Menatap Realiasasi Pembangunan Nasional pada Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:23:20 WIB
Foto: BPMI Setpres/Tangkapan Layar Unggahan Media Sosial @sekretariat.kabinet

JAKARTA – Genap dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (20/10/2026), Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memaparkan jajaran capaian program prioritas nasional yang telah merealisasikan penguatan sektor pangan, pendidikan, kesehatan, perumahan, hingga hilirisasi industri di Jakarta. Penjelasan rekapitulasi kinerja tersebut disampaikan Seskab melalui keterangan tertulis resmi guna menyajikan transparansi publik atas efektivitas pelaksanaan agenda strategis pemeri

Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa dua tahun pertama masa kerja Kabinet Merah Putih merupakan wujud pengabdian berkelanjutan demi memberikan dampak positif langsung bagi seluruh masyarakat. Dalam tayangan cuplikan laporan kerja, Presiden Prabowo menekankan pentingnya akuntabilitas pengelolaan sumber daya negara bagi kesejahteraan umum.

“Hanya apabila kita bisa menjaga dan mengelola dengan baik semua kekayaan kita, kita bisa memberi pelayanan kepada rakyat kita,” ujar Presiden Prabowo Subianto.

Pada sektor ketahanan pangan, pemerintah mencatat pencapaian swasembada atas delapan komoditas utama serta akumulasi cadangan pangan nasional sebesar 5,2 juta ton. Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis tercatat telah menjangkau 62 juta penerima manfaat secara nasional.

Sektor pendidikan mencatat perbaikan infrastruktur melalui renovasi 30 ribu sekolah, pembagian 288.180 layar interaktif, dan pendirian 265 Sekolah Rakyat yang mengembalikan 43 ribu anak jalanan ke bangku sekolah. Pemerintah juga merealisasikan peningkatan insentif bagi guru honorer sebesar 30 persen.

Di bidang kesehatan dan perumahan, Program Cek Kesehatan Gratis telah memfasilitasi 108 juta layanan medis seiring pembangunan 22 rumah sakit baru. Pemerintah turut menyelesaikan pembenahan 400 ribu unit rumah warga, pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih, serta penyediaan 3.000 titik air bor.

Sektor investasi dan hilirisasi mencatat realisasi penanaman modal sebesar Rp3.923 triliun yang berhasil menyerap 5.485.944 tenaga kerja. Pemerintah juga memulai peletakan batu pertama 26 proyek hilirisasi, termasuk fasilitas produksi baterai kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara.

Penataan ekonomi negara membuahkan penyelamatan aset negara senilai Rp54,8 triliun, pelunasan utang obligasi BLBI sebesar Rp218,3 triliun, serta efisiensi anggaran Rp50 triliun per tahun dari penutupan 290 BUMN. Langkah-langkah penataan ini ditujukan untuk memperkuat penataan fiskal serta menyehatkan struktur perekonomian nasional.

“Cita-cita kita lebih besar, pekerjaan kita masih banyak, perjalanan perjuangan kita masih jauh. Tapi kita sudah melihat apa yang kita sudah capai,” ujar Presiden Prabowo Subianto.

Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa seluruh rekam jejak pembangunan selama dua tahun pertama ini akan menjadi fondasi utama dalam melanjutkan program strategis pada tahun-tahun berikutnya. Pemerintah berkomitmen menjaga konsistensi kinerja demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Terkini