PWI Siak Gelar FGD Bekali Kepala Sekolah Kecakapan Jurnalistik

Jumat, 30 Oktober 2026 | 22:47:11 WIB

Pekanbaru - Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Siak menggelar diskusi kelompok terpumpun bertajuk "Kepala Sekolah Melek Jurnalistik, Sekolah Cerdas di Era Digital" di Aula Kantor Camat Tualang, Kabupaten Siak, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk membekali puluhan kepala sekolah SMA dan SMK dengan kecakapan literasi media serta pemahaman etika komunikasi publik di era digital.

Acara peningkatan kapasitas tenaga pendidik tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak, Rozi Chandra, yang hadir mewakili Bupati Siak Afni Z. Dalam sambutannya, Rozi menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran bupati yang sedang mendampingi kunjungan kerja Kepala Kepolisian Daerah Riau di wilayah Kabupaten Siak.

Kepala Dinas Kominfo Siak, Rozi Chandra, menilai bahwa para kepala sekolah memegang peran strategis sebagai pimpinan tertinggi di instansi pendidikan yang bertanggung jawab menyajikan informasi publik secara akurat.

"Bapak dan ibu kepala sekolah ini ibarat CEO di instansinya masing-masing yang turut memegang tanggung jawab besar dalam menyajikan informasi publik yang valid," terang Rozi Chandra.

Lebih lanjut, ia mengingatkan para pendidik agar meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya informasi yang belum terverifikasi serta mengenali legalitas oknum yang mengaku sebagai wartawan. Langkah ini dinilai penting untuk melindungi institusi pendidikan dari potensi penyalahgunaan wewenang di luar ranah pelayanan publik.

Kalangan dunia pendidikan menyambut positif inisiatif kolaboratif yang diinisiasi oleh organisasi profesi wartawan tersebut. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Kabupaten Siak, Dadang Heru Dini, menyatakan bahwa wawasan jurnalistik sangat dibutuhkan untuk mendukung profesionalisme kerja di lapangan.

"Kecakapan jurnalistik tidak kami peroleh secara khusus di bangku pendidikan formal, dan lewat ruang ini kami ingin lebih siap serta bersikap profesional ketika berinteraksi dengan jurnalis di lapangan," urai Dadang Heru Dini.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Riau, Raja Isyam Azwar, menyoroti derasnya arus informasi yang diterima masyarakat setiap hari melalui gawai pintar. Ia menekankan perlunya penerapan etika bermedia sosial secara bijak oleh semua kalangan.

"Begitu bangun pagi dan membuka ponsel, ragam informasi langsung masuk, di mana prinsip utamanya sangat sederhana, yakni saring sebelum sharing, dan kaidah ini berlaku mutlak bagi wartawan maupun tenaga pendidik," tegas Raja Isyam Azwar.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Siak, Wiwik Widaningsih, menjelaskan bahwa forum diskusi ini dirancang sebagai sarana menjembatani komunikasi yang konstruktif antara insan pers dan pihak sekolah.

"Target kami adalah membangun jembatan komunikasi yang profesional dan saling mendukung antara insan pers dengan pihak sekolah dalam menghadapi dinamika informasi di dunia digital," tukas Wiwik Widaningsih.

Kegiatan diskusi interaktif ini turut dihadiri oleh Ahli Pers Dewan Pers Mario Abdillah Khair, Camat Tualang Arie Darmawan, Kanit Intel Kepolisian Sektor Tualang Inspektur Polisi Dua Sugeng, serta Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMK Kabupaten Siak Raja Zalhairi. Rangkaian acara ditutup dengan sesi bedah studi kasus penanganan komunikasi publik di lingkungan satuan pendidikan.

Terkini