PDRB Riau Rp351,08 Triliun, Terbesar Keenam Nasional dan Kedua di Luar Jawa

Jumat, 06 November 2026 | 15:10:12 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi

PEKANBARU - Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Riau atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2026 mencapai Rp351,08 triliun. Industri pengolahan menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap struktur perekonomian Riau, yakni mencapai 28,96 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi, Jumat (6/11/2026), mengatakan berdasarkan perhitungan atas dasar harga konstan 2010, nilai PDRB Riau pada periode yang sama tercatat sebesar Rp159,88 triliun.

Struktur perekonomian Riau masih didominasi lima lapangan usaha utama. Setelah industri pengolahan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi sebesar 27,74 persen.

Berikutnya, pertambangan dan penggalian menyumbang 19 persen, konstruksi 9,49 persen, serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 8,99 persen.

"Struktur PDRB Riau menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan III-2026 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Riau masih didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 28,96 persen," kata Asep.

Secara keseluruhan, kelima lapangan usaha tersebut memberikan kontribusi hingga 94,18 persen terhadap perekonomian Riau.

Dari sisi pertumbuhan, ekonomi Riau pada triwulan III-2026 meningkat 4,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha jasa perusahaan sebesar 14,60 persen, disusul jasa lainnya sebesar 13,46 persen dan penyediaan akomodasi serta makan minum sebesar 10,47 persen.

"Sementara itu, dua sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap struktur ekonomi Riau, yakni industri pengolahan dan pertanian, kehutanan, dan perikanan, masing-masing tumbuh 5,59 persen dan 3,83 persen," jelasnya.

Namun, lapangan usaha pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi sebesar 0,26 persen secara tahunan.

Jika dilihat dari sisi pengeluaran, struktur PDRB Riau masih didominasi oleh ekspor luar negeri dengan kontribusi 33,15 persen. Kemudian pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 31,88 persen dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 29,47 persen.

Ketiga komponen tersebut menjadi bagian utama dalam pembentukan PDRB Riau dari sisi pengeluaran. Sementara impor luar negeri memiliki kontribusi sebesar 5,38 persen dan menjadi faktor pengurang dalam perhitungan PDRB.

Pada triwulan III-2026, ekspor luar negeri juga tumbuh 9,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pengeluaran konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan 12,91 persen, sedangkan konsumsi rumah tangga tumbuh 4,62 persen.

Secara keseluruhan, ekonomi Riau tumbuh 3,45 persen dibandingkan triwulan II-2026. Adapun secara kumulatif sejak triwulan I hingga triwulan III-2026, perekonomian Riau tumbuh 4,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Dari sisi kewilayahan, Riau memberikan kontribusi sebesar 5,28 persen terhadap perekonomian nasional. Posisi tersebut menempatkan Riau sebagai provinsi dengan PDRB terbesar keenam di Indonesia dan terbesar kedua di luar Pulau Jawa," tandasnya.

Terkini