Sambut Program BGN, Pekanbaru Siap Uji Coba MBG Prasmanan

Sabtu, 07 November 2026 | 15:46:35 WIB

Pekanbaru - Kota Pekanbaru ditunjuk sebagai daerah percontohan atau pilot project pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan yang digagas oleh Badan Gizi Nasional di SD Islam Unggul Asy-Syakirin, Pekanbaru, Senin (9/11/2026).

Program inovatif ini bertujuan untuk memberikan pengalaman makan bersama yang edukatif sekaligus membangun kebiasaan konsumsi pangan bergizi seimbang sejak usia dini bagi para peserta didik di lingkungan sekolah.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru, Syamsuwir, menyatakan bahwa jajaran pemerintah kota siap mendukung penuh kelancaran pelaksanaan uji coba program tersebut.

"Pelaksanaannya dimulai Hari Senin depan tanggal 9 November 2026. Kita dari Pemerintah Kota Pekanbaru siap untuk menyukseskan pelaksanaan program ini," kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdako Pekanbaru, Syamsuwir, di Pekanbaru, Sabtu (7/11/2026).

Syamsuwir menambahkan, dalam persiapan awal tersebut pihak pemerintah juga telah membahas aspek jangkauan distribusi makanan serta penerapan sertifikat laik higiene sanitasi bagi pengelola.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Riau, Ranto, menjelaskan bahwa penunjukan wilayah ini menjadi kesempatan strategis dalam mendukung inovasi pelayanan gizi masyarakat.

"Dalam waktu dekat, tepatnya hari Senin besok, Badan Gizi Nasional akan secara serentak melaksanakan piloting pelayanan pemberian makanan bergizi dengan konsep prasmanan. Kita patut bersyukur, untuk wilayah Provinsi Riau, Kota Pekanbaru ditunjuk menjadi pilot projectnya," ujar Kepala KPPG Riau, Ranto, di Kantor Gubernur Riau, Jumat (6/11/2026).

Ia merinci bahwa pada tahap awal ini, target sasaran penerima manfaat dibatasi secara ketat guna mengevaluasi efektivitas alur penyajian makanan di lokasi sekolah.

"Untuk piloting ini target sasaran dibatasi untuk dua kelas penerima manfaat dengan jumlah siswa berkisar antara 50 hingga 70 orang. Lokasi terpilih yaitu pada jenjang sekolah dasar, tepatnya di SD Islam Unggul Asy-Syakirin," jelas Ranto.

Penerapan konsep prasmanan ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, tetapi juga melatih interaksi sosial dan komunikasi antarpeserta didik secara positif.

"Kami berharap doa dari Bapak dan Ibu sekalian agar pelaksanaan piloting pada hari Senin besok dapat berjalan lancar. Melalui konsep makan bersama ini, anak-anak dapat membangun komunikasi yang baik dan mendapatkan pengalaman sosial yang positif di sekolah," kata Ranto.

Selain itu, kegiatan makan bersama tersebut akan diintegrasikan langsung dengan materi edukasi kesehatan guna meningkatkan kesadaran anak terhadap pentingnya kandungan gizi.

"Sehingga, anak-anak yang tadinya kurang menyukai sayur atau memiliki kebiasaan memilih makanan menjadi lebih termotivasi saat makan bersama teman-temannya. Dalam pelaksanaannya juga diisi dengan edukasi gizi yang diberikan langsung oleh tenaga pendidik atau bapak-ibu guru di sekolah," pungkas Ranto.

Terkini