SERIBUPARITNEWS.COM,PEKANBARU -- Pengelolaan sampah di Pekanbaru yang dilaksanakan pihak ketiga sampai hari ini masih terkesan amburadul. Perusahaan pengelola sampah di Pekanbaru, Samhana Indah (SHI) dinilai tidak kompeten dalam hal ini.
Menanggapi hal ini Forum Wartawan Pendidikan (Forwadik) Riau mendesak Pj. Walikota Pekanbaru, Muflihun, untuk segera memutuskan kontrak kedua perusahaan tersebut.
Ketua Forum Wartawan Pendidikan Munazlen Nazir pada media menyebutkan bahwa kinerja PT SHI tidak maksimal mengelola sampah, sehingga masalah sampah masih menjadi persoalan yang memberatkan kerja Pj Walikota Pekanbaru saat ini.
"Harusnya Pj Walikota lebih fokus mengurusi masalah lain yang lebih urgen seperti kesehatan dan pendidikan bagi warga kota. Karena persoalan sampah sudah dilimpahkan kepada pihak ketiga. Tapi, karena kedua perusahaan pihak ketiga tidak memiliki kompetensi kinerja yang harusnya mereka miliki mengelola sampah di Pekanbaru, jadi Pj Walikota yang sekarang memikirkannya. Ini mubazir kan. Lebih baik mereka diputus saja. Agar Pak Wali tidak terbebani," ungkap Munazlen Nazir.
Ditambahkannya bagi Forwadik Riau, secara langsung tidak ada kepentingan terkait pengelolaan sampah di Pekanbaru selama ini, namun dari hasil pengamatan, terlihat PT SHI tidak mampu mengelola pengangkutan sampah selama ini.
"PT SHI kita duga kuat sudah menjadi pesanan petinggi pusat untuk dimenangkan di Pemko Pekanbaru, itu terbukti Pemko Pekanbaru selalu memenangkan perusahaan tersebut saat pelelangan dilaksanakan. Sementara banyak perusahaan lokal tidak mendapatkan kesempatan untuk mengelola persampahan," tambahnya.
Kedua, pegawai PT SHI tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan di Pekanbaru.
Ketiga, jumlah armada yang ditentukan dalam adendum kontrak tidak sesuai di lapangan .
Keempat, terkesan PT SHI diduga bekerjasama dengan pengangkut sampah mandiri, dengan modus perusahaan pengangkut sampah mandiri yang beraktifitas mengangkut sampah lalu mobil PT SHI hanya menunggu di suatu tempat untuk menerima dan membongkar sampah.
Kelima, belum maksimalnya PT SHI untuk mengurusi persampahan di kota Pekanbaru.
Terakhir, ada permainan nakal dalam hal pemenangan kedua perusahaan tersebut.
Dari beberapa estimasi dugaan di atas, Forwadik Riau, mendesak Pj Walikota Pekanbaru untuk tidak lagi menggunakan perusahaan tersebut dan mengganti atau memberikan kepercayaan penuh kepada perusahaan lokal, yang tentunya akan banyak menguntungkan masyarakat Pekanbaru dalam hal mengurangi angka pengangguran selama ini.
Jika ke depannya Pemko Pekanbaru tetap mempertahankan perusahaan tersebut, kami dan beberapa rekan-rekan media lainnya akan melakukan aksi terbuka untuk memberikan rasa perihatinnya awak media terhadap kinerja perusahaan SHI, ucap Munazlen Nazir.**