Desa Sri Danai Gerakkan Tanaman Gizi untuk Cegah Stunting

Desa Sri Danai Gerakkan Tanaman Gizi untuk Cegah Stunting

Pulau Burung - Desa Sri Danai, Kecamatan Pulau Burung, terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting melalui program “Tanaman Gizi untuk Stunting”. Program ini mengajak warga untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai sumber tanaman sayur bergizi. Kader PKK dan kader Posyandu menjadi motor penggerak utama yang turun langsung mendampingi masyarakat dalam menyiapkan bibit, penanaman, hingga edukasi manfaat gizi bagi anak-anak dan balita.

Sejak awal tahun 2025, program ini telah mulai berjalan secara bertahap di seluruh dusun. Warga terlihat antusias mengikuti arahan kader dalam menanam sayuran seperti bayam, kangkung, cabai, tomat, hingga tanaman obat keluarga. Pendekatan berbasis rumah tangga ini dinilai efektif karena memberi dampak gizi langsung kepada anak dan balita tanpa bergantung penuh pada distribusi pangan dari luar desa.

Menurut Rasim, salah satu tokoh masyarakat yang terlibat dalam penggerakan program, pelaksanaan di lapangan telah berjalan baik dan mendapat dukungan penuh dari RT, RW, dan kepala dusun. “Program ini sudah direalisasikan bersama para ketua RT, RW, dan kepala dusun. Warga ikut bergerak karena mereka sadar pencegahan stunting harus dimulai dari rumah sendiri,” ujarnya, Jumat (26/09).

Tidak hanya menanam, warga juga dibimbing mengenai cara mengolah hasil panen menjadi menu sehat untuk anak. Setiap Posyandu kini memiliki jadwal rutin pelatihan memasak sederhana, sehingga ibu-ibu dapat langsung mempraktikkan penggunaan sayuran segar untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Hal ini menjadi bagian dari strategi desa untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus membentuk kebiasaan konsumsi sehat.

Dampak awal program mulai terlihat. Beberapa keluarga melaporkan bahwa pekarangan rumah mereka kini menjadi lebih produktif dan dapat memenuhi kebutuhan sayur harian tanpa biaya tambahan. Selain itu, keberadaan tanaman pekarangan juga menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan mendorong interaksi warga yang lebih aktif dalam kegiatan bersama.

Di sisi lain, kader PKK menyebutkan bahwa semangat gotong royong menjadi modal besar dalam keberhasilan program ini. Mereka berharap, kebiasaan menanam sayur bukan hanya tren sementara tetapi menjadi budaya baru di Desa Sri Danai. “Kalau setiap rumah punya tanaman sayuran, kebutuhan gizi anak-anak akan semakin mudah dipenuhi,” kata salah satu kader.

Kepala Desa Sri Danai, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga dan kader yang berperan aktif dalam program ini. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting adalah prioritas utama desa. “Kami tidak ingin ada anak di desa ini yang tumbuh tanpa mendapatkan gizi cukup. Melalui tanaman pekarangan, setiap keluarga bisa memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri. Ini adalah langkah kecil tapi berdampak besar,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah desa akan terus mendukung dengan menyediakan bibit, pelatihan tambahan, serta monitoring rutin. “Kami berharap desa kami menjadi contoh bagi desa lain dalam gerakan pencegahan stunting berbasis pemberdayaan masyarakat,” tutup Kepala Desa.

Jika Anda ingin versi yang lebih formal, lebih panjang, atau ingin menambahkan kutipan tokoh lain, cukup beri tahu saya.