Jangan Mudah Terpengaruh Hoaks: Cek Fakta Kenaikan Elevasi Waduk Koto Panjang Hanya 4 Sentimeter

Jangan Mudah Terpengaruh Hoaks: Cek Fakta Kenaikan Elevasi Waduk Koto Panjang Hanya 4 Sentimeter
Waduk PLTA Koto Panjang, Kampar, Riau.

KAMPAR – Permukaan air Waduk PLTA Koto Panjang, Kampar, Riau, kembali mengalami kenaikan pada Rabu pagi (17/12/2025). Namun demikian, pengelola memastikan kondisi waduk masih terkendali dan belum mendekati ambang pembukaan pintu pelimpah.

Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, melalui Erikmon, menyampaikan bahwa hasil pemantauan pada pukul 07.00 WIB mencatat elevasi waduk berada di angka 77,02 meter di atas permukaan laut (mdpl). Angka tersebut naik sekitar 4 sentimeter dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di level 76,98 mdpl.

Pada waktu yang sama, debit air masuk (inflow) dan debit air keluar melalui turbin (outflow) tercatat seimbang, masing-masing sebesar 317,96 meter kubik per detik. Kondisi ini menunjukkan pengelolaan aliran air masih berjalan stabil di tengah tren kenaikan elevasi.

Sebagai perbandingan, pada Selasa pagi (16/12/2025), inflow dan outflow sama-sama berada di angka 311,43 m³ per-detik dengan elevasi 76,98 mdpl.

Erikmon menjelaskan bahwa kenaikan elevasi tersebut merupakan akumulasi debit air dari hari-hari sebelumnya dan masih termasuk dalam pola normal operasional waduk, terutama di tengah intensitas hujan yang terjadi di wilayah hulu.

“Kenaikan ini masih di bawah ambang pembukaan spillway. Operasional pembangkit tetap aman,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa pembukaan pintu pelimpah (spillway) hanya dilakukan dalam kondisi tertentu. Secara teknis, spillway baru akan dibuka apabila elevasi melampaui 83,00 mdpl dengan inflow minimal 1.000 meter kubik per detik.

Selain itu, pembukaan juga dapat dilakukan melalui mekanisme early release berdasarkan perhitungan teknis.

Perhitungan early release mengacu pada prediksi curah hujan dari BMKG serta posisi elevasi terhadap kurva Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW). Pembukaan spillway juga dapat dipertimbangkan apabila pembangkit tidak mampu beroperasi akibat gangguan peralatan atau ketika elevasi turun hingga di bawah 73,50 mdpl.

Manajemen PLTA Koto Panjang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak berasal dari sumber resmi.

“Kami terus melakukan pemantauan dan akan menyampaikan informasi secara terbuka jika ada perubahan signifikan,” tutup Erikmon.