PLTA Koto Panjang Resmi Tutup Seluruh Pintu Spillway, Debit Inflow Terus Menurun

PLTA Koto Panjang Resmi Tutup Seluruh Pintu Spillway, Debit Inflow Terus Menurun
PLTA Koto Panjang, Kampar, Riau.

PEKANBARU — Manajemen PLTA Koto Panjang, Kampar, Riau, secara resmi telah menutup seluruh pintu pelimpah waduk atau spillway gate pada Jumat, 23 Januari 2026. Penutupan dilakukan pada pukul 14.00 WIB setelah kondisi hidrologi di wilayah hulu menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

Manajer PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menyampaikan bahwa saat ini seluruh pintu spillway Waduk PLTA Koto Panjang telah berada dalam kondisi tertutup.

Penutupan tersebut merupakan bagian dari pengendalian operasi waduk seiring menurunnya curah hujan dan debit inflow yang masuk ke waduk.

“Pada hari ini, Jumat, 23 Januari 2026 pukul 14.00 WIB, seluruh pintu spillway PLTA Koto Panjang telah ditutup. Kami tetap mengimbau masyarakat di wilayah hilir untuk berhati-hati dan waspada dalam beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Kampar,” ujar Dhani Irwansyah.

Sebelumnya, rencana penutupan pintu pelimpah telah disampaikan Manajemen PLTA Koto Panjang melalui surat resmi berdasarkan hasil pembahasan Tim Koordinasi Pengoperasian Bendungan Koto Panjang yang digelar pada Rabu, 21 Januari 2026.

Dalam pembahasan tersebut disepakati bahwa seluruh pintu spillway ditutup menyusul menurunnya inflow dan elevasi waduk yang cenderung turun.

Berdasarkan data operasional terakhir pada Jumat, 23 Januari 2026 pukul 13.00 WIB, atau satu jam sebelum penutupan spillway dilakukan, elevasi Waduk Koto Panjang tercatat berada di angka 79,79 meter di atas permukaan laut. Pada waktu yang sama, debit inflow waduk tercatat sebesar 89,92 meter kubik per detik.

Sementara itu, total debit air keluar waduk mencapai 455,42 meter kubik per detik, yang berasal dari outflow turbin sebesar 320,62 m³/s dan outflow spillway dua pintu masing-masing 50 sentimeter sebesar 134,8 m³/s.

Dengan ditutupnya seluruh pintu spillway pada pukul 14.00 WIB, debit outflow selanjutnya hanya akan dikendalikan melalui pengoperasian turbin pembangkit.

Manajemen PLTA Koto Panjang memastikan pemantauan kondisi waduk dan aliran Sungai Kampar tetap dilakukan secara intensif.

"Masyarakat di wilayah hilir waduk diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari pihak PLTA Koto Panjang dan instansi terkait guna mengantisipasi perubahan kondisi debit air sungai," tandasnya.