Karmila Sari–Bupati Rohil Dorong Pembangunan Sekolah Garuda untuk Percepat Pendidikan Wilayah 3T

Karmila Sari–Bupati Rohil Dorong Pembangunan Sekolah Garuda untuk Percepat Pendidikan Wilayah 3T
Teks : Anggota Komisi X DPR RI Dr Hj Karmila Sari mendampingi Bupati Rokan Hilir (Rohil), H. Bistamam, dalam kunjungan kerja ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Rabu (28/1/2026).

Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM, menegaskan dukungannya terhadap program pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), khususnya di sektor pendidikan. Dukungan tersebut disampaikan saat ia mendampingi Bupati Rokan Hilir (Rohil), H Bistamam, dalam kunjungan kerja ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Rabu (28/1/2026).

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Mendiktisaintek RI Prof Brian Yuliarto, PhD, didampingi Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Publik dan Media Massa M Fajar Shiddieq serta Direktur Bina Talenta Sains dan Teknologi Adi Nuryanto, dan difokuskan pada pembahasan usulan pembangunan Sekolah Garuda di Kabupaten Rokan Hilir. Program ini diharapkan mampu mencetak generasi unggul yang menguasai bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Turut mendampingi Bupati Rohil dalam pertemuan tersebut sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas PUTR Khoirul Fahmi, Kepala Bapperida Benny Martedi, serta Kepala Dinas Kominfotiks Mursal.

Dalam kesempatan itu, Karmila Sari yang selama ini konsisten mengawal isu pendidikan di Daerah Pemilihan Riau I, menyatakan komitmennya untuk memastikan usulan pembangunan Sekolah Garuda di Rokan Hilir menjadi perhatian dan prioritas di tingkat pusat.

Menurutnya, keberadaan Sekolah Garuda di Rokan Hilir sangat relevan mengingat posisi geografis daerah tersebut yang strategis di wilayah pesisir Provinsi Riau. Selain itu, Rokan Hilir termasuk wilayah 3T dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di tiga terendah dari 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau, yang juga menjadi salah satu kriteria pendirian Sekolah Garuda.

"Kita ingin anak-anak berprestasi di Rokan Hilir tidak perlu pergi jauh ke luar daerah untuk mendapatkan pendidikan unggulan. Sekolah Garuda diharapkan menjadi inkubator pemimpin bangsa yang inklusif, di mana anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berstandar internasional," tegas politisi Partai Golkar.

Menanggapi hal itu, Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan dukungan dari DPR RI. Ia menegaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita ke-4, yakni penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Aspirasi ini akan segera kami kaji secara mendalam dan hasilnya akan kami laporkan langsung kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan arahan lebih lanjut, khususnya terkait penambahan titik pembangunan Sekolah Garuda baru," ujar Prof. Brian.

Sementara itu, Bupati Rokan Hilir H Bistamam menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Garuda merupakan harapan besar masyarakat Rohil untuk memiliki fasilitas pendidikan unggulan di daerahnya.

"Kami membawa aspirasi masyarakat Rokan Hilir yang mendambakan hadirnya pusat pendidikan berkualitas internasional. Sekolah Garuda akan menjadi penggerak utama peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah agar mampu bersaing di tingkat global," ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir telah menyiapkan lahan seluas 25 hektare yang berlokasi strategis serta dinilai aman dari potensi bencana. Lahan tersebut juga telah ditinjau langsung bersama tim kementerian guna memastikan kelayakan teknis pembangunan.

Sebagai informasi, Sekolah Garuda dirancang sebagai sekolah berasrama (boarding school) yang tidak hanya menitikberatkan pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kepemimpinan, dan penguasaan teknologi mutakhir dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.