Kadispar Riau Tekad Perbatas Siapkan Strategi Khusus Sambut Perang Air Meranti

Kadispar Riau Tekad Perbatas Siapkan Strategi Khusus Sambut Perang Air Meranti
Festival Perang Air atau yang dikenal dengan sebutan Cian Cui resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

PEKANBARU - Festival Perang Air atau yang dikenal dengan sebutan Cian Cui resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu event budaya unggulan yang akan mewarnai kalender nasional pariwisata Indonesia. 

Tradisi ini rutin digelar di Kabupaten Kepulauan Meranti, dalam rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Cian Cui dikenal sebagai permainan air massal yang melibatkan ribuan masyarakat dan wisatawan. Selama beberapa hari, jalan-jalan utama di Kota Selatpanjang dipenuhi kemeriahan warga yang saling menyiram air sebagai simbol kebersamaan, kegembiraan, dan keberuntungan di awal tahun baru.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Perbatas, mengatakan bahwa dalam waktu dekat pelaksanaan Festival Perang Air di Meranti akan menjadi perhatian khusus pihaknya. Menurutnya, event ini memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai daya tarik wisata unggulan daerah.

“Dalam waktu dekat inikan perang air di Meranti. Setelah ini tentunya kami nanti melalui staf-staf harus pikir apa yang bisa kita kolaborasikan dengan Kabupaten Kepulauan Meranti,” kata Kadispar Riau, Tekad Perbatas, di Pekanbaru, Kamis (29/01/2026).

Ia menjelaskan, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sangat penting untuk memperkuat penyelenggaraan event tersebut. Sinergitas diharapkan mampu meningkatkan kualitas event sekaligus memperluas jangkauan promosi pariwisata.

Kadispar Riau, Tekad, menambahkan kondisi keuangan daerah yang saat ini cukup menantang. Namun demikian, keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang untuk terus mempromosikan event budaya yang telah diakui secara nasional tersebut.

Menurutnya, pemanfaatan media online dan platform promosi daring menjadi solusi efektif untuk mengenalkan Festival Perang Air ke tingkat nasional bahkan internasional. Strategi ini dinilai mampu menjangkau wisatawan lebih luas tanpa membutuhkan anggaran besar.

“Jelas dengan kondisi keuangan yang sekarang ini serba sulit, tapi minimal kita bisa mempromosikan secara digitalisasi. Yang jelas biayanya mungkin tidak begitu mahal. Namun, tujuan tercapai untuk promosi pariwisatanya,” jelasnya.

Sementara itu, saat membahas Karisma Event Nusantara, Kadispar Riau Tekad menegaskan pentingnya mempertahankan event-event yang telah berhasil masuk dalam KEN. Ia menilai, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras bersama dan harus terus dijaga keberlanjutannya.

Dengan masuknya Festival Perang Air dalam KEN 2026, Pemerintah Provinsi Riau berharap event ini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan, menggerakkan ekonomi masyarakat lokal, serta memperkuat citra Riau sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi unik.

“Tentu yang masuk KEN ini harus kita pertahankan. Jadi Karisma Event Nusantara, tentunya kalau sudah masuk tandanya sudah masuk dalam kalender event pusat nasional." pungkasnya.