Personel Lanud Rsn Evakuasi Pilot Pesawat Usai Insiden Kecelakaan

Personel Lanud Rsn Evakuasi Pilot Pesawat Usai Insiden Kecelakaan

PEKANBARU - Pangkalan TNI Angkatan Udara Roesmin Nurjadin (Lanud Rsn) gelar Latihan Search and Rescue (SAR) di Pekanbaru, Rabu (4/2/26). Latihan ini diskenariokan terjadinya kecelakaan pesawat tempur. Namun pilot berhasil menyelamatkan diri dengan melakukan eject.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim SAR segera dikerahkan untuk melaksanakan misi pencarian terhadap pilot yang terlempar keluar dari pesawat dan berada di area yang sulit dijangkau. Setelah keberadaan pilot berhasil ditemukan, Tim SAR melaporkan titik koordinat kepada pos komando sebagai dasar pelaksanaan evakuasi.

Selanjutnya, helikopter SAR diterjunkan untuk mengevakuasi korban, disertai pemberian perawatan medis awal oleh tim kesehatan sebelum korban dibawa ke Rumah Sakit dr Sukirman Lanud Rsn guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembinaan kemampuan personel. Kemudian juga untuk memastikan kesiapan operasional satuan dalam setiap kondisi.

Latihan SAR tersebut dilaksanakan oleh personel Lanud Rsn serta melibatkan sejumlah unsur pendukung. Antara lain Helikopter Caracal, personel Yonparako 462 Pasgat serta tim medis dari Rumah Sakit dr Sukirman Lanud Rsn.

Keterlibatan lintas satuan ini bertujuan untuk mengasah koordinasi, sinergi, dan keterpaduan antarunsur. Sehingga pelaksanaan tugas penyelamatan dapat berjalan cepat, tepat, dan efektif.

Komandan Lanud Rsn dalam keterangannya, Jumat (6/2/26) menyatakan bahwa latihan SAR ini merupakan wujud komitmen Lanud dalam menjaga kesiapan operasional serta meningkatkan kemampuan personel.

Danlanud juga menyatakan latihan inj upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit dalam menghadapi berbagai situasi darurat. Khususnya yang berkaitan dengan kecelakaan pesawat militer maupun sipil.

“Melalui latihan SAR ini, kami memastikan seluruh unsur memiliki kesiapsiagaan, kecepatan dan koordinasi yang solid dalam merespons setiap keadaan darurat. Keselamatan penerbang dan keberhasilan misi merupakan prioritas utama yang harus didukung oleh profesionalisme serta latihan yang berkesinambungan,” tegas Danlanud.