Penguatan Pengelolaan Kelapa Sawit Berkelanjutan Berbasis ISPO pada Petani Swadaya di Desa Rumbai Jaya

Penguatan Pengelolaan Kelapa Sawit Berkelanjutan Berbasis ISPO pada Petani Swadaya di Desa Rumbai Jaya

Oleh Dr. Mulono Apriyanto Dosen Fakultas Pertanian Unilak, Hermiza Mardesci dan  Novyar Satraiwan Fikri

Kempas - Pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan menjadi isu strategis dalam pembangunan perkebunan nasional, khususnya pada sektor petani swadaya. Di Desa Rumbai Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, Kelompok Tani Tani Jaya menunjukkan komitmen nyata untuk mengembangkan usaha perkebunan kelapa sawit yang berwawasan lingkungan, berkelanjutan, serta sesuai dengan standar Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama antara Kelompok Tani Tani Jaya dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri. Kolaborasi ini difokuskan pada kegiatan pelatihan manajerial pertanian dan pengenalan prinsip serta kriteria ISPO bagi petani sawit mandiri sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Petani sawit swadaya pada umumnya masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam pengelolaan usaha perkebunan, terutama terkait manajemen keuangan rumah tangga dan usaha tani. Banyak petani belum mampu memisahkan pendapatan dari kebun sawit untuk kebutuhan konsumsi dan kebutuhan pengembangan usaha, sehingga berdampak pada keberlanjutan usaha perkebunan.

Selain persoalan manajerial, hambatan lain yang dihadapi petani sawit mandiri adalah aspek kepatuhan hukum dan teknis budidaya. Keterbatasan kepemilikan legalitas lahan, sertifikat budidaya, penggunaan bibit tidak bersertifikat, serta penerapan Good Agricultural Practices (GAP) masih menjadi tantangan utama dalam mewujudkan perkebunan sawit berkelanjutan.

Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai prinsip-prinsip ISPO, mulai dari aspek legalitas, kelembagaan pekebun, pengelolaan lingkungan, hingga peningkatan usaha berkelanjutan. Materi disampaikan secara aplikatif agar mudah dipahami dan dapat diterapkan langsung oleh petani di lapangan.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan signifikan pada tingkat pengetahuan dan pemahaman petani. Petani yang sebelumnya belum memahami konsep keberlanjutan dan ISPO, setelah pelatihan mampu memahami pentingnya legalitas, pencatatan usaha, serta praktik budidaya yang ramah lingkungan dan efisien.

Menurut Dr. Mulono Apriyanto, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning, peningkatan kapasitas petani swadaya merupakan kunci utama keberhasilan penerapan ISPO. “Petani sawit mandiri harus diposisikan sebagai subjek pembangunan perkebunan. Pelatihan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran hukum, keterampilan teknis, dan manajerial agar usaha sawit rakyat benar-benar berkelanjutan,” ujarnya.

Dr. Mulono Apriyanto juga menekankan bahwa pengelolaan lingkungan menjadi aspek krusial dalam keberlanjutan perkebunan sawit. “Pemahaman tentang pengelolaan limbah, konservasi lahan, dan pemantauan lingkungan akan membantu petani menjaga produktivitas kebun sekaligus melindungi ekosistem sekitar,” tambahnya.

Dari sisi kelembagaan, pelatihan ini turut memperkuat organisasi kelompok tani. Petani dibekali pengetahuan tentang pentingnya administrasi kelompok, pencatatan kegiatan, serta kerja sama antaranggota dalam memenuhi persyaratan sertifikasi ISPO secara kolektif.

Peningkatan pengetahuan bisnis berkelanjutan juga menjadi salah satu capaian penting kegiatan ini. Petani mulai memahami pentingnya perencanaan usaha, efisiensi biaya produksi, serta strategi peningkatan pendapatan tanpa mengabaikan aspek sosial dan lingkungan.

Dukungan dari berbagai pihak menjadi faktor pendukung keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kelompok tani diharapkan mampu mempercepat adopsi praktik sawit berkelanjutan pada tingkat petani swadaya.

Tim penulis menyampaikan terima kasih kepada LPPM Universitas Islam Indragiri dan Dinas Perkebunan Pemerintah Daerah Indragiri Hilir atas dukungan pendanaan kegiatan ini. Apresiasi juga disampaikan kepada Ketua Kelompok Tani Kelapa Sawit Tani Jaya yang telah memfasilitasi anggota untuk mengikuti pelatihan dan pengenalan ISPO, sebagai langkah nyata menuju perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing.