PEKANBARU - Aroma kopi yang pekat langsung menyergap siapa saja yang melintas di Jalan Moh Yamin, Senapelan, Pekanbaru. Toko Sedia Jaya, tampat legendaris yang telah puluhan tahun berdiri sebagai penjual bubuk kopi intisari nusantara yang diracik dengan cita rasa khas.
Di balik etalase yang mulai termakan usia, aktivitas meracik kopi berlangsung tanpa henti. Tangan terampil penjual terlihat sibuk menakar dan membungkus kopi sesuai pesanan pelanggan.
Proses ini menjadi pemandangan sehari-hari yang menandai eksistensi Toko Setia Jaya sebagai bagian dari denyut ekonomi rakyat di kawasan pasar Senapelan. Keistimewaan toko ini terletak pada ragam pilihan kopi yang ditawarkan.
Salah satu yang paling diminati adalah Kopi Riau, yang dijual dengan harga Rp220.000 per kilogram, Rp110.000 per setengah kilogram, Rp55.000 per seperempat kilogram, dan Rp23.000 per ons. Kopi ini dikenal dengan biji dari Liberika Meranti.
Selain itu, tersedia pula varian Arabika bagi penikmat kopi dengan karakter lebih. Bubuk Arabika di Toko Setia Jaya dibanderol Rp300.000 per kilogram, Rp151.000 per setengah kilogram, Rp76.000 per seperempat kilogram, dan Rp31.000 per ons, menyasar konsumen yang menginginkan kualitas premium.
Di etalase bagian tengah, terdapat varian Kopi Istimewa yang menjadi pilihan banyak pelanggan tetap. Kopi ini dijual seharga Rp250.000 per kilogram, Rp126.000 per setengah kilogram, Rp64.000 per seperempat kilogram, dan Rp26.000 per ons, menawarkan keseimbangan rasa pahit dan aroma yang lembut.
Masih di kategori unggulan, Kopi Aceh juga menjadi incaran, terutama bagi pencinta kopi Sumatra. Kopi Aceh di Toko Setia Jaya dipatok dengan harga Rp220.000 per kilogram, Rp111.000 per setengah kilogram, Rp56.000 per seperempat kilogram, dan Rp23.000 per ons, dengan karakter rasa yang tebal dan aftertaste yang kuat.
Sementara itu, untuk konsumen yang mencari kopi dengan harga lebih terjangkau, tersedia Kopi No. 1. Varian ini dijual Rp120.000 per kilogram, Rp61.000 per setengah kilogram, Rp31.000 per seperempat kilogram, dan Rp13.000 per ons.
Tak kalah diminati, Kopi Special juga melengkapi pilihan. Kopi ini dibanderol Rp170.000 per kilogram, Rp86.000 per setengah kilogram, Rp44.000 per seperempat kilogram, dan Rp18.000 per ons, menjadi alternatif bagi konsumen yang menginginkan kualitas menengah dengan rasa konsisten.
Keberadaan daftar harga yang terbuka menjadi nilai tambah tersendiri. Pelanggan dapat memilih jenis dan takaran kopi sesuai kebutuhan, baik untuk konsumsi harian, usaha, maupun sebagai oleh-oleh khas Pekanbaru.
Barista Pekanbaru, Prayoga Maulana (27), menilai keberadaan penyedia bubuk kopi lokal memiliki peran penting dalam menjaga ciri khas daerah. Menurutnya, Setia Jaya menjadi fondasi berkembangnya budaya kopi di Pekanbaru.
“Tempat seperti Toko Setia Jaya itu ibarat akar. Dari sanalah orang-orang pertama kali mengenal kopi dengan rasa yang kuat,” ujar Yoga di Pekanbaru, Senin (09/02/2026).
Ia menjelaskan, sudah 8 tahun berlangganan membeli bubuk kopi di Setia Jaya. Yoga menambahkan, umumnya biji kopi disana memiliki body tebal dan aroma tajam, khas kopi Sumatra. Karakter tersebut dinilai sangat cocok untuk metode seduh tubruk yang masih digemari masyarakat.
"Saya tahu tempat ini dari mendiang Ayah. Mulai saat itulah, jadinya gemar beli bubuk kopi di Setia Jaya. Kalau kita penikmat kopi pasti dapat merasakan ciri khasnya. Apalagi ini mesin roasternya masih menggunakan alat yang legend, mungkin itu menambahkan rasa autentiknya," jelasnya.
Sementara itu, seorang penikmat kopi Pekanbaru, Alfian (52), mengaku Toko Setia Jaya sudah menjadi langganannya sejak lama. Ia menyebut toko tersebut sebagai tempat membeli kopi harian yang konsisten dari segi rasa dan kualitas.
“Kalau mau kopi setiap pagi, saya sudah punya stok di rumah. Rasanya pas, aromanya kuat, dan harganya masih terjangkau,” katanya.
Diungkapkan, sistem penjualan berdasarkan takaran di Toko Setia Jaya memberikan keleluasaan bagi pembeli. Masyarakat bisa membeli kopi sesuai kebutuhan, mulai dari ons hingga kilogram.
"Nilai plus bagi saya tentu kita bebas membeli sesuai takaran. Makanya, kalau sudah gajian beli aja langsung perkilo, bisa aman ini sampai tanggal tua," ungkapnya.
Diterangkan, meski kedai kopi modern terus bermunculan, bubuk kopi lokal tidak kehilangan peminat. Justru, banyak pelanggan lintas generasi yang tetap setia karena cita rasanya sudah melekat.
“Sekarang banyak anak muda yang ingin tahu kopi dari hulu ke hilir. Kopi tradisional seperti di Setia Jaya justru jadi referensi untuk memahami karakter asli kopi,” terang Alfian.
Toko Setia Jaya bukan sekadar tempat jual beli kopi, tetapi juga ruang interaksi sosial. Lokasinya yang strategis di jantung Kota Pekanbaru membuat toko ini mudah dijangkau.
Tak sedikit pelanggan yang telah bertahun-tahun setia berbelanja, menjadi sebagai langganan utama untuk memenuhi kebutuhan kopi mereka.
Di tengah gempuran kopi instan dan kedai modern, Toko Setia Jaya tetap bertahan dengan cara tradisional. Bubuk kopi digiling dan dikemas manual, menjaga cita rasa autentik yang sulit tergantikan.
Bagi masyarakat Pekanbaru, Toko Setia Jaya adalah saksi perjalanan panjang budaya minum kopi. Setiap bungkus kopi yang dibawa pulang menyimpan cerita tentang tradisi, ketekunan, dan kecintaan terhadap rasa asli nusantara.
Dengan konsistensi kualitas dan harga yang relatif stabil, Toko Setia Jaya terus menegaskan posisinya sebagai salah satu ikon kopi tradisional di Pekanbaru. Di tempat inilah, aroma kopi bukan sekadar dagangan, melainkan identitas yang terus hidup dari generasi ke generasi.