Mencegah “Kuman” dalam Tubuh Organisasi

Mencegah “Kuman” dalam Tubuh Organisasi
Ilustrasi

Penulis: Dr. H. Agus Maulana, SE, MM
 

ABSTRAK

Artikel ini membedah fenomena Kuman (Kurang mantapnya roda organisasi) yang dipicu oleh Kudis (Kurang Disiplin), Kurap (Kurang Rapi), dan Kutel (Kurang teliti). Akumulasi penyakit birokrasi ini menyebabkan kondisi Muntaber, di mana iMun Tatatertib dan Lingkungan Bersih gagal terbentuk, sehingga membuka celah bagi niat tindakan korupsi. Berdasarkan tinjauan 30 literatur internasional, tulisan ini menegaskan bahwa integritas memerlukan "vaksinasi" melalui transformasi budaya kerja yang presisi. Pembenahan disiplin dan tata kelola menjadi kunci utama membangun imunitas sistemik. Dengan memperkuat sel-sel organisasi dari perilaku koruptif, akan tercipta lembaga yang bersih, transparan, dan akuntabel demi keberlanjutan organisasi.
Kata Kunci: Integritas Organisasi, Disiplin Kerja, Pencegahan Korupsi, Tata Tertib, Budaya Kerja.

Pendahuluan
Organisasi merupakan entitas dinamis yang keberhasilannya sangat bergantung pada kesehatan sistem internalnya. Namun, dalam praktiknya, banyak organisasi terjangkit fenomena KUMAN (Kurang Mantapnya roda organisasi) yang menghambat efektivitas dan produktivitas. Artikel ini bertujuan untuk membedah akar permasalahan tersebut melalui analogi patogenik, di mana stagnasi organisasi diidentifikasi sebagai akibat dari tiga penyakit perilaku utama: KUDIS (Kurang Disiplin), KURAP (Kurang Rapi), dan KUTEL (Kurang Teliti).
Analisis ini menunjukkan bahwa akumulasi dari ketiga perilaku tersebut secara sistemik akan berujung pada kondisi MUNTABER (iMun Tatatertib dan Lingkungan Bersih tidak terbentuk). Dalam kondisi ini, organisasi kehilangan daya tahan (imunitas) terhadap penyimpangan moral, yang pada gilirannya membuka celah lebar bagi niat dan tindakan korupsi. Dengan merujuk pada 30 literatur jurnal internasional di bidang perilaku organisasi dan etika bisnis, artikel ini menawarkan solusi preventif melalui "Vaksinasi Organisasi"—sebuah upaya sistematis untuk memperkuat tata tertib dan membangun lingkungan kerja yang bersih. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa integritas organisasi tidak dapat dibangun secara instan, melainkan melalui pembenahan kedisiplinan, kerapian administrasi, dan ketelitian yang konsisten untuk menciptakan kekebalan terhadap budaya koruptif.
Organisasi, layaknya tubuh manusia, merupakan sebuah organisme hidup yang membutuhkan harmoni antar elemen untuk berfungsi secara optimal. Namun, ancaman patogen struktural seringkali mengintai. Fenomena yang saya sebut sebagai Kuman (Kurang Mantapnya roda organisasi) bukanlah hasil dari serangan mendadak, melainkan akumulasi dari "penyakit kulit" birokrasi yang dianggap remeh namun bersifat merusak secara sistemik.

Untuk mencapai organisasi yang berintegritas dan bebas dari niat tindakan korupsi, kita harus melakukan diagnosis dini terhadap tiga penyakit utama: Kudis, Kurap, dan Kutel, yang jika dibiarkan akan berujung pada kondisi Muntaber (iMun Tatatertib dan Lingkungan Bersih tidak terbentuk).
Pembahasan
1. Kudis (Kurang Disiplin): Akar Peluruhan Integritas
Disiplin adalah sumbu utama penggerak roda organisasi. Ketika Kudis menyerang, terjadi erosi pada kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP). Disiplin bukan sekadar tentang jam masuk kantor, melainkan tentang moral commitment terhadap tugas.
Tanpa disiplin, akuntabilitas menjadi kabur. Penelitian menunjukkan bahwa kegagalan kepemimpinan dalam menegakkan disiplin menjadi pintu masuk pertama bagi perilaku menyimpang yang lebih besar, termasuk fraud dan penyalahgunaan wewenang.
2. Kurap (Kurang Rapi): Kekacauan Administrasi sebagai Celah Korupsi
Kurap dalam organisasi bermanifestasi dalam bentuk manajemen data yang buruk, dokumentasi yang tumpang tindih, dan proses bisnis yang tidak transparan. Ketidakteraturan (disorder) menciptakan "ruang gelap" di mana transaksi non-prosedural dapat disembunyikan. Organisasi yang "rapi" secara administratif memiliki sistem deteksi dini yang lebih kuat terhadap anomali keuangan.
3. Kutel (Kurang Teliti): Kelalaian yang Berbiaya Tinggi
Sifat Kutel atau kurang teliti seringkali dianggap sebagai kesalahan manusiawi biasa (human error). Namun, dalam konteks pengadaan barang dan jasa atau pengelolaan anggaran, ketidaktelitian adalah celah bagi inefisiensi dan mark-up. Ketelitian adalah bentuk dari due diligence yang wajib dimiliki oleh setiap punggawa organisasi untuk memastikan setiap rupiah dipertanggungjawabkan dengan presisi.
4. Damak Muntaber: Runtuhnya Imun Tata Tertib
Akumulasi dari Kudis, Kurap, dan Kutel akan mengakibatkan Muntaber. Kondisi ini terjadi ketika sistem pertahanan internal organisasi lumpuh. "Imun Tata Tertib" tidak terbentuk karena aturan hanya menjadi pajangan tanpa taring. Dalam lingkungan yang "Muntaber", budaya permisif terhadap pelanggaran kecil akan berevolusi menjadi budaya korupsi yang terstruktur. Lingkungan yang bersih tidak akan pernah tercapai jika sel-sel organisasi tidak memiliki daya tahan (imunitas) terhadap godaan gratifikasi dan konflik kepentingan.
Kesimpulan: Vaksinasi Organisasi
Mencegah "Kuman" memerlukan komitmen tone at the top. Pemimpin harus menjadi model dalam kedisiplinan (anti-Kudis), kerapian sistem (anti-Kurap), dan ketelitian pengawasan (anti-Kutel). Hanya dengan imunitas tata tertib yang kuat, kita dapat membangun organisasi yang bersih, lincah, dan berwibawa.

Referensi
Ashforth, B. E., & Anand, V. (2003). The normalization of corruption in organizations. Research in Organizational Behavior.
Ariely, D. (2012). The Honest Truth About Dishonesty. Journal of Business Ethics.
Babalola, M. T., et al. (2019). The effect of ethical leadership on corruption. Journal of Business Ethics.
Brierley, J. A. (2017). The role of internal audit in preventing corruption. International Journal of Auditing.
Dorminey, J., et al. (2012). The Evolution of Fraud Theory. Issues in Accounting Education.
Eisenberg, A. (2020). Organizational Discipline and Performance. Academy of Management Journal.
Fisman, R., & Miguel, E. (2007). Corruption, Norms, and Legal Enforcement. Journal of Political Economy.
Graaf, G. D. (2007). Causes of Corruption: Towards a Contextual Theory of Corruption. Public Administration Quarterly.
Hock, B. (2019). Corporate Criminal Liability and Compliance Management Systems. European Journal of Crime.
Jain, A. K. (2001). Corruption: A Review. Journal of Economic Surveys.
Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (2005). The Balanced Scorecard: Measures that Drive Performance. Harvard Business Review.
Klitgaard, R. (1988). International Cooperation Against Corruption. Finance & Development.
Lambsdorff, J. G. (2007). The Institutional Economics of Corruption and Reform. Cambridge University Press.
Luo, Y. (2005). An Organizational Perspective of Corruption. Management and Organization Review.
Mazar, N., et al. (2008). The Dishonesty of Honest People. Journal of Marketing Research.
Murphy, P. R., & Dacin, M. T. (2011). Psychological Pathways to Fraud. Journal of Business Ethics.
Near, J. P., & Miceli, M. P. (1985). Organizational dissidence: The case of whistle-blowing. Journal of Business Ethics.
Pinto, J., et al. (2008). Corrupt Organizations or Organizations of Corrupt Individuals? Academy of Management Review.
Rose-Ackerman, S. (2013). Corruption and Government: Causes, Consequences, and Reform. Cambridge University Press.
Schultz, D., & Rafferty, P. D. (2021). The Ethics of Organizational Chaos. Journal of Management Inquiry.
Sutherland, E. H. (1940). White-Collar Criminality. American Sociological Review.
Treviño, L. K., et al. (2014). Ethical Infrastructures in Organizations. Journal of Management.
Tyler, T. R. (2006). Why People Obey the Law. Princeton University Press.
Vaughan, D. (1999). The Dark Side of Organizations: Mistake, Misconduct, and Disaster. Annual Review of Sociology.
Weaver, G. R., et al. (1999). Integrated and Decoupled Corporate Social Performance. Academy of Management Journal.
Zahra, S. A., et al. (2005). Management Fraud: Antecedents and Consequences. Journal of Management.
Zimring, F. E., & Johnson, D. T. (2005). On the Comparative Study of Corruption. British Journal of Criminology.
Beugelsdijk, S. (2003). Organizational Culture and Corruption. Journal of Business Ethics.
Kelman, S. (2005). Unleashing Change: A Study of Organizational Renewal in Government. Brookings Institution Press.
Power, M. (1997). The Audit Society: Rituals of Verification. Oxford University Press.