Kepala Desa Keritang Surodi, A.Md Sampaikan Himbauan Terkait Tidak Digelarnya Pasar Bedug Ramadan Tahun Ini

Kepala Desa Keritang Surodi, A.Md Sampaikan Himbauan Terkait Tidak Digelarnya Pasar Bedug Ramadan Tahun Ini

Kemuning - Kepala Desa Keritang, Kecamatan Kemuning, Surodi, A.Md menyampaikan himbauan resmi kepada seluruh masyarakat terkait tidak diselenggarakannya pasar bedug pada bulan suci Ramadan tahun ini. Dalam penyampaiannya, ia mengawali dengan permohonan maaf kepada warga, khususnya para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang selama ini menggantungkan tambahan penghasilan dari kegiatan pasar bedug tahunan.

Menurut Surodi, A.Md, selama beberapa tahun terakhir Pemerintah Desa Keritang secara konsisten menggelar pasar bedug sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi warga selama Ramadan, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan perekonomian pelaku UMKM desa.

Namun demikian, kondisi anggaran tahun ini memaksa pemerintah desa untuk mengambil keputusan yang berat. Jika sebelumnya Dana Desa yang diterima mencapai sekitar Rp1,9 miliar sehingga memungkinkan pembiayaan berbagai kegiatan, termasuk pasar bedug, pada tahun ini setiap desa hanya menerima sekitar Rp346 juta. Penurunan signifikan tersebut berdampak pada banyaknya kegiatan yang tidak dapat direalisasikan.

Surodi, A.Md menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran ini membuat pemerintah desa harus memprioritaskan program-program yang dianggap lebih mendesak dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Dengan penuh pertimbangan, kegiatan pasar bedug untuk sementara waktu tidak dapat dilaksanakan demi menjaga keseimbangan penggunaan anggaran desa.

Meski demikian, ia memastikan bahwa pemerintah desa tetap berkomitmen untuk menghidupkan kembali pasar bedug pada Ramadan mendatang. Ia menyatakan akan berupaya mencari sumber pendanaan alternatif agar kegiatan tersebut dapat kembali digelar tahun depan, sehingga para pelaku UMKM tetap memiliki ruang untuk berkembang.

Dalam himbauannya, Kepala Desa Keritang juga mempersilakan warga untuk tetap berjualan secara mandiri selama bulan Ramadan. Namun, ia mengingatkan agar para pedagang tidak berjualan terlalu dekat dengan trotoar atau badan jalan guna menghindari kemacetan dan menjaga ketertiban umum.

Selain itu, ia menetapkan waktu mulai berjualan setelah salat Asar, yakni sekitar pukul 16.00 WIB. Bagi pedagang yang telah menyiapkan dagangan sejak siang hari, diharapkan menutupnya dengan terpal sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Melalui himbauan ini, Surodi, A.Md mengajak seluruh warga Desa Keritang untuk bersama-sama menjaga kenyamanan, ketertiban, dan suasana kondusif selama bulan suci Ramadan. Ia berharap semangat kebersamaan dan saling menghormati tetap terjaga, meskipun tahun ini pasar bedug belum dapat kembali digelar.