Pelindo memberikan peringatan serius kepada seluruh pekerja pelabuhan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya blind spot di area operasional. Aktivitas bongkar muat yang melibatkan alat berat seperti forklift, reach stacker, serta kendaraan operasional lainnya dinilai memiliki risiko tinggi jika pekerja tidak memahami titik buta penglihatan operator.
Peringatan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya peningkatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan pelabuhan. Area operasional pelabuhan dikenal sebagai kawasan dengan mobilitas alat berat yang sangat tinggi, sehingga setiap pekerja wajib memahami risiko yang dapat muncul selama kegiatan operasional berlangsung.
Direktur Utama Achmad Muchtasar menegaskan bahwa blind spot merupakan salah satu faktor yang sering menjadi penyebab kecelakaan kerja di area industri logistik dan pelabuhan. Menurutnya, operator alat berat memiliki keterbatasan pandangan pada beberapa sisi kendaraan sehingga tidak semua area dapat terlihat secara langsung.
Achmad Muchtasar menjelaskan bahwa pekerja yang berada di titik buta kendaraan berisiko tinggi tertabrak atau terlindas apabila operator tidak menyadari keberadaan mereka. Karena itu, seluruh pekerja diharapkan selalu memastikan posisi mereka terlihat jelas oleh operator sebelum mendekati alat berat yang sedang beroperasi.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap sebelum memasuki area operasional pelabuhan. Helm keselamatan, rompi reflektif, sepatu safety, serta perlengkapan lainnya dinilai dapat membantu meningkatkan visibilitas pekerja di tengah aktivitas kendaraan operasional.
Selain penggunaan APD, pekerja diminta untuk selalu menjaga jarak aman dari kendaraan operasional yang sedang bergerak. Menurut Achmad Muchtasar, menjaga jarak bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu operator alat berat menjalankan pekerjaannya dengan lebih aman dan terkendali.
Manajemen Pelindo juga mendorong setiap pekerja untuk saling mengingatkan rekan kerja terkait potensi bahaya di lapangan. Budaya saling peduli dan komunikasi yang baik di area kerja dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan kerja di lingkungan pelabuhan.
Achmad Muchtasar menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak di pelabuhan. Ia berharap peningkatan kewaspadaan terhadap blind spot dapat menjadi langkah kecil yang berdampak besar dalam mencegah insiden dan memastikan seluruh pekerja dapat bekerja dengan aman setiap hari.