Gerak Cepat Babinsa Sertu Siswanto Padamkan Bara Tersisa Karhutla di Pulau Burung, Pendinginan Terus Dikebut

Gerak Cepat Babinsa Sertu Siswanto Padamkan Bara Tersisa Karhutla di Pulau Burung, Pendinginan Terus Dikebut

Pulau Burung - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) yang terjadi di Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, pada Selasa (17/3/2026), kini memasuki tahap pendinginan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Babinsa Koramil 11/Pulau Burung, Sertu Siswanto, bersama tim gabungan di lokasi terdampak.

Sertu Siswanto turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses pendinginan berjalan optimal. Langkah ini dilakukan guna mencegah munculnya kembali titik api yang berpotensi meluas, mengingat kondisi lahan gambut yang rawan menyimpan bara api di bawah permukaan.

Proses pendinginan difokuskan pada satu titik bekas kebakaran dengan luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 3 hektare. Hingga saat ini, api memang telah berhasil dipadamkan, namun kepulan asap masih terlihat sehingga memerlukan penanganan lanjutan.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Sertu Siswanto tidak bekerja sendiri. Ia didukung oleh personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, tim pemadam kebakaran perusahaan, aparat desa, serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Sinergi ini menjadi kunci dalam percepatan penanganan Karhutlah di wilayah tersebut.

Selain personel, sejumlah peralatan juga dikerahkan untuk menunjang kegiatan pendinginan. Di antaranya dua unit mesin robin dan 25 gulung selang yang digunakan untuk menyemprotkan air ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap.

Meski demikian, proses pendinginan tidak berjalan tanpa hambatan. Kondisi tanah gambut menjadi tantangan utama karena api dapat bertahan di bawah permukaan. Ditambah lagi cuaca panas dan angin kencang yang berpotensi memicu bara kembali menyala, serta jarak tempuh sekitar 12 kilometer dari Koramil ke lokasi yang cukup menyulitkan mobilisasi.

Kendala lain yang dihadapi tim di lapangan adalah keterbatasan sumber air. Jauhnya akses air membuat proses penyemprotan harus dilakukan secara efisien dan terkoordinasi agar hasil yang dicapai maksimal.

Sertu Siswanto menegaskan bahwa kegiatan pendinginan akan terus dilakukan hingga benar-benar dipastikan tidak ada lagi potensi kebakaran ulang. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar, guna mencegah terjadinya Karhutlah di kemudian hari.