PT Pelindo Regional 1 Tembilahan Tegaskan Keselamatan Kerja adalah Prioritas Utama

PT Pelindo Regional 1 Tembilahan Tegaskan Keselamatan Kerja adalah Prioritas Utama

TEMBILAHAN – Dalam upaya menekan angka kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan operasional yang aman, PT Pelindo Regional 1 Tembilahan kembali menggaungkan komitmen keselamatan kerja di kawasan pelabuhan. General Manager PT Pelindo Regional 1 Tembilahan, Riky Armadi, secara tegas menyatakan bahwa keselamatan bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama dalam setiap aktivitas bongkar muat dan logistik di wilayah kerja Tembilahan.

“Setiap aktivitas di pelabuhan memiliki risiko yang kompleks, mulai dari pergerakan alat berat hingga potensi bahaya di area dermaga. Namun, saya yakin risiko tersebut dapat kita minimalisir jika kita memiliki kesadaran dan disiplin yang tinggi,” ujar Riky Armadi dalam keterangannya di Tembilahan, Selasa (31/3). Ia menekankan bahwa faktor manusia menjadi penentu utama dalam terciptanya budaya keselamatan di lapangan.

Riky Armadi menjelaskan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan garis pertahanan pertama yang tidak boleh ditawar. Helm, rompi keselamatan, sepatu safety, dan perlengkapan lainnya harus menjadi atribut wajib bagi seluruh pekerja, baik itu pegawai tetap, tenaga alih daya, maupun mitra kerja. “Jangan pernah menganggap remeh APD. Ini adalah pelindung terakhir jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami akan terus melakukan pengawasan ketat terkait kepatuhan ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, General Manager tersebut juga mengingatkan agar seluruh personel mewaspadai area-area rawan yang ada di lingkungan pelabuhan. Menurutnya, titik-titik seperti sisi dermaga, jalur lintasan peti kemas, dan area penyimpanan barang berbahaya memerlukan kewaspadaan ekstra. “Pekerja harus selalu memindai lingkungan sekitarnya. Jangan sampai lengah sesaat pun, karena kecelakaan sering terjadi akibat kelalaian yang dianggap sepele,” imbuhnya.

Selain aspek fisik dan peralatan, Riky Armadi menyoroti pentingnya komunikasi yang efektif dalam setiap rantai pekerjaan. Ia menjelaskan bahwa koordinasi yang buruk seringkali menjadi pemicu utama insiden di lapangan. “Gunakan prosedur komunikasi yang jelas, baik itu melalui radio komunikasi maupun isyarat tangan yang standar. Setiap instruksi harus dipastikan dipahami dengan baik oleh penerima. Tidak boleh ada asumsi,” jelasnya.

Riky Armadi juga mengajak seluruh elemen yang beroperasi di lingkungan Pelindo Regional 1 Tembilahan untuk mengubah pola pikir terkait keselamatan. Menurutnya, keselamatan bukan hanya tanggung jawab individu atau pihak manajemen semata, melainkan sebuah komitmen bersama yang harus diwujudkan secara kolektif. “Jika ada rekan kerja yang melihat tindakan tidak aman, ingatkan. Ini soal menyelamatkan nyawa. Keselamatan adalah tanggung jawab kita semua,” pesannya.

Mengusung tagline “Utamakan selamat, pulang dengan selamat”, manajemen Pelindo Regional 1 Tembilahan berharap setiap pekerja yang hadir di pelabuhan dapat kembali kepada keluarga dalam keadaan sehat dan utuh. Riky Armadi menilai bahwa indikator keberhasilan operasional bukan hanya dilihat dari produktivitas, tetapi juga dari nihilnya kecelakaan kerja. “Produktivitas tanpa keselamatan hanya akan meninggalkan duka. Target harus tercapai, namun nyawa jauh lebih berharga,” tuturnya.

Sebagai penutup, Riky Armadi menegaskan komitmennya untuk terus mewujudkan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan. Pihaknya akan terus melakukan evaluasi rutin, peningkatan kompetensi petugas melalui pelatihan keselamatan, serta penegakan aturan yang konsisten. “Mari kita jadikan keselamatan sebagai budaya, bukan sekadar kewajiban. Dengan begitu, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga memberikan keteladanan bagi generasi penerus di dunia kepelabuhanan,” pungkasnya.