Mengawal Gizi dari Garda Terdepan, Babinsa Serda Ronal Manalu dan Misi Makan Bergizi Gratis di Inhil

Mengawal Gizi dari Garda Terdepan, Babinsa Serda Ronal Manalu dan Misi Makan Bergizi Gratis di Inhil

Oleh: Redaksi

Di tengah hiruk-pikuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan secara serentak, peran aparat kewilayahan terbukti menjadi simpul kritis yang menghubungkan kebijakan dengan implementasi di lapangan. Rabu, 1 April 2026, menjadi hari yang mencatatkan peran strategis tersebut di Kelurahan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Di bawah koordinasi Kodim 0314/Inhil, program pemberian 3.045 porsi makanan bergizi berjalan lancar, dengan satu sosok yang tampak tak henti bergerak mengawal setiap tahapan: Babinsa Serda Ronal Manalu.

Kehadiran Serda Ronal bukan sekadar pelengkap administrasi dalam tim pendampingan. Sejak pagi, ia telah berada di lokasi dapur lapangan Yayasan Titian Amal Mulia di Jalan Sederhana, memastikan proses memasak berjalan sesuai standar kebersihan dan gizi. Bersama tim SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dan satu anggota Koramil lainnya, ia menyisir setiap sudut persiapan, mulai dari pengecekan bahan baku hingga memastikan takaran porsi sesuai dengan jumlah siswa yang terdaftar. Baginya, ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada aparat teritorial.

Kegiatan pendampingan ini menyasar enam institusi pendidikan dan empat posyandu. Serda Ronal secara bergantian memantau titik-titik distribusi yang tersebar, mulai dari SMAN 1 Tembilahan Hulu dengan 1.037 siswa, MAN Tembilahan Hulu dengan 1.240 siswa, hingga PAUD Fathun Raqib, MI NU, dan Ponpes Abdurrahman Siddiq 2. Tidak lupa, empat posyandu di wilayah kelurahan tersebut juga menjadi perhatian penuh. Dengan rute distribusi yang cukup beragam, peran Babinsa sebagai ujung tombak informasi dan koordinasi menjadi sangat vital.

Dalam wawancara singkat di sela-sela distribusi, Serda Ronal menekankan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci utama. Ia tidak hanya mengawasi, tetapi juga berdialog dengan para guru, pengelola posyandu, serta tim SPPG untuk memastikan tidak ada kendala berarti. "Kami hadir untuk memastikan program ini tepat sasaran, aman, dan anak-anak bisa menikmati makanan dengan nyaman. Jika ada kendala teknis, kami bisa langsung koordinasikan dengan koramil dan kodim," ujarnya dengan nada mantap.

Menu yang disajikan pada hari itu cukup beragam dan kaya gizi. Menu basah yang terdiri dari ikan nila dengan sambal hijau, tempe goreng, tumis kol jagung, buah salak, serta nasi putih menjadi pilihan. Serda Ronal bersama tim secara acak melakukan pengecekan rasa dan higienitas makanan di setiap sekolah, memastikan bahwa standar yang telah ditetapkan oleh tim SPPG terpenuhi. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa seluruh menu dalam kondisi layak konsumsi dan disambut antusias oleh para siswa.

Tidak hanya berhenti pada distribusi, pendampingan oleh Serda Ronal juga mencakup pemantauan hingga tahap akhir konsumsi. Di MAN Tembilahan Hulu, ia sempat duduk bersama beberapa siswa untuk menanyakan langsung tanggapan mereka terhadap program ini. Para siswa mengaku senang dan merasa terbantu, terutama bagi mereka yang sehari-hari harus berangkat ke sekolah tanpa sarapan yang memadai. Pengalaman ini menjadi bahan evaluasi berharga yang akan ia laporkan dalam pembinaan teritorial di tingkat koramil.

Yang menarik, dalam laporan resmi yang disampaikan kepada Komando Atas, disebutkan bahwa "hal-hal menonjol" dalam pelaksanaan ini adalah nihil. Tidak ada kendala berarti, tidak ada hambatan distribusi, dan seluruh penerima manfaat memperoleh porsi sesuai target. Capaian ini tidak lepas dari kerja sama solid antara Koramil, Tim APPI, dan Tim SPPG, dengan Serda Ronal Manalu sebagai motor penggerak di lapangan yang memastikan komunikasi lintas elemen berjalan dengan lancar dan responsif.

Di akhir kegiatan, Serda Ronal menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat. Baginya, keberhasilan pendistribusian 3.045 porsi makanan secara merata dan tepat waktu adalah bukti bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu mewujudkan program prioritas nasional dengan hasil yang optimal. Ia pun berharap program Makan Bergizi Gratis ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat, dengan pendampingan yang semakin matang dari para Babinsa di seluruh pelosok negeri.

Peran Babinsa Serda Ronal Manalu pada hari itu menjadi cermin bahwa keberhasilan sebuah program nasional tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau matangnya perencanaan di tingkat pusat, tetapi juga oleh dedikti para aparat kewilayahan yang mengawal hingga ke tingkat terkecil. Dari Tembilahan Hulu, sebuah pembelajaran tentang pengabdian tanpa pamrih kembali tercatat, mengukuhkan bahwa kehadiran TNI di tengah rakyat adalah investasi sosial yang tak ternilai dalam membangun generasi sehat dan berdaya saing.