PULAU BURUNG – Dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Babinsa Koramil 11/PBR, Kodim 0314/Inhil, Serda Hendra Kardi, gencar melakukan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan komunikasi sosial (komduk) yang berlangsung pada Kamis, 2 April 2026, di Desa Pulau Burung ini difokuskan pada pentingnya penataan sampah yang benar, mengingat praktik membakar sampah kerap menjadi pemicu utama karhutla.
Serda Hendra Kardi menjelaskan bahwa banyak warga masih terbiasa membakar sampah rumah tangga maupun sisa kebun karena dianggap praktis. Padahal, di musim kemarau, api dari pembakaran sampah dapat dengan cepat merambat ke lahan kering dan semak belukar, memicu kebakaran yang lebih luas. "Kami terus mengingatkan agar warga tidak membakar sampah atau lahan. Lebih baik sampah dikumpulkan, dipilah, lalu diolah atau diangkut ke tempat pembuangan sementara," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Edukasi yang diberikan Babinsa tidak sekadar imbauan lisan, tetapi juga praktik sederhana penataan sampah. Serda Hendra menunjukkan bagaimana sampah organik dapat dijadikan pupuk kompos dengan cara dikubur atau menggunakan lubang biopori. Sementara sampah anorganik seperti plastik dan botol kaca sebaiknya dikumpulkan untuk didaur ulang atau dijual ke pengepul. "Dengan begitu, tidak ada lagi alasan membakar sampah karena semua sudah dikelola," tegasnya.
Warga yang hadir tampak antusias mendengar penjelasan Babinsa. Salah satu tokoh masyarakat setempat, yang akrab disapa Pak RT, mengaku selama ini belum tahu bahwa lubang biopori bisa menjadi solusi sampah dapur. "Kami sering kesulitan kalau musim hujan, sampah basah menumpuk. Sekarang diajari cara menguburnya biar jadi pupuk. Terima kasih Pak Babinsa," ujarnya.
Kegiatan komduk ini juga dimanfaatkan Serda Hendra untuk berdialog langsung dengan warga tentang potensi titik rawan karhutla di sekitar pemukiman. Ia meminta warga melaporkan jika melihat ada asap atau api dari kejauhan, serta mengaktifkan kembali sistem ronda lingkungan untuk saling mengingatkan. "Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya merusak alam, tetapi juga mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Mari kita jaga kampung kita bersama," imbaunya.
Menurut Serda Hendra, pendekatan humanis dan berkelanjutan lebih efektif daripada sekadar menekankan sanksi. Selama bulan Maret hingga awal April 2026, ia telah mengunjungi tiga dusun di Desa Pulau Burung untuk memberikan penyuluhan serupa. "Target saya, setiap rumah tangga memiliki satu lubang biopori dan tidak ada lagi asap dari pembakaran sampah. Ini butuh waktu, tapi saya optimis warga mau berubah," ungkapnya dengan penuh semangat.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari itu berjalan lancar dan aman. Tidak ada kendala berarti, karena warga menyambut baik kedatangan Babinsa. Serda Hendra juga menyempatkan diri berkeliling desa untuk memastikan tidak ada lahan yang sengaja dibakar. Hasilnya, belum ditemukan titik api atau bekas kebakaran di wilayah Desa Pulau Burung dalam sepekan terakhir.
Kepala Koramil 11/PBR melalui Danramil memberikan apresiasi kepada Serda Hendra Kardi atas inisiatif dan konsistensinya dalam mencegah karhutla melalui edukasi penataan sampah. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung program serupa di seluruh desa binaan, karena sinergi antara TNI dan masyarakat adalah kunci utama mengatasi ancaman karhutla di Kabupaten Inhil. "Kami harap kegiatan ini menjadi contoh bagi Babinsa lain untuk lebih kreatif dan dekat dengan warganya," tutup perwakilan Danramil.