“Waspada Blind Spot! GM Riky Armadi Tekankan 3 Zona Keselamatan di PT Pelindo Regional 1 Tembilahan”

“Waspada Blind Spot! GM Riky Armadi Tekankan 3 Zona Keselamatan di PT Pelindo Regional 1 Tembilahan”

Tembilahan - Keselamatan kerja menjadi perhatian utama di lingkungan pelabuhan, khususnya di wilayah operasional PT Pelindo Regional 1 Tembilahan. Aktivitas bongkar muat yang dinamis, lalu lintas alat berat, serta tumpukan kontainer yang tinggi menuntut setiap pekerja memiliki kesadaran penuh terhadap potensi risiko di lapangan.

Dalam upaya meningkatkan keselamatan, manajemen pelabuhan terus mengedukasi pekerja mengenai pentingnya memahami area “blind spot” atau titik buta. Area ini merupakan bagian yang tidak terlihat oleh operator alat berat, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan jika tidak diantisipasi dengan baik.

General Manager Riky Armadi menegaskan bahwa pemahaman terhadap blind spot adalah salah satu kunci utama untuk menekan angka kecelakaan kerja. Ia menyebutkan bahwa banyak insiden terjadi bukan karena kelalaian besar, melainkan karena kurangnya kesadaran terhadap area yang tidak terlihat oleh operator.

Menurut Riky Armadi, pihaknya secara konsisten mensosialisasikan konsep “3 Zona” kepada seluruh pekerja dan pengguna jasa pelabuhan. Konsep ini menjadi panduan sederhana namun efektif dalam menjaga keselamatan di area kerja yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Zona pertama adalah Zona Aman yang ditandai dengan jalur hijau. Area ini diperuntukkan bagi pejalan kaki agar dapat bergerak dengan aman tanpa mengganggu aktivitas operasional alat berat. Para pekerja diwajibkan untuk selalu menggunakan jalur ini saat berada di area pelabuhan.

Selanjutnya adalah Zona Waspada yang merupakan area operasional aktif. Di zona ini, pekerja diminta untuk tetap menjaga jarak aman dari alat berat serta meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan kendaraan dan peralatan. Disiplin dan komunikasi menjadi faktor penting untuk menghindari potensi bahaya.

Adapun Zona Buta atau zona merah merupakan area yang paling berisiko karena tidak terlihat oleh operator. Riky Armadi menekankan bahwa area ini tidak boleh dimasuki tanpa koordinasi yang jelas dengan operator atau petugas terkait, guna mencegah terjadinya kecelakaan fatal.

Melalui penerapan budaya keselamatan yang konsisten, PT Pelindo Regional 1 Tembilahan berharap seluruh pekerja dapat pulang dengan selamat setiap hari. Kolaborasi antara manajemen, pekerja, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan kerja pelabuhan yang aman dan produktif.