Komitmen Jaga Lingkungan, PT GIN Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla

Komitmen Jaga Lingkungan, PT GIN Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla

Pelangiran – Upaya bersama dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digalakkan oleh berbagai pihak. Wujud nyata kepedulian tersebut ditunjukkan oleh PT. Gambut Idaman Nusa (GIN) yang secara aktif menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan teknis pencegahan Karhutla. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 14 April 2026, bertempat di Aula kantor perusahaan.

Acara yang dimulai sejak pukul 11.00 WIB ini berjalan dengan tertib dan lancar hingga selesai pada pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh elemen, mulai dari jajaran manajemen dan karyawan perusahaan, serta masyarakat sekitar yang antusias hadir untuk menambah wawasan dan keterampilan dalam mitigasi bencana.

Menurut Humas PT GIN, Azmi Batu Bara, kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergitas antara instansi pemerintahan, TNI, Polri, serta dunia usaha. "Kami berkomitmen penuh untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan bersama dari ancaman api. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat koordinasi dan kesiapan semua pihak agar dapat bertindak cepat dan tepat," ujar Azmi.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait yang memberikan dukungan penuh. Di antaranya adalah Kepala Bidang (Kabid) BPBD Kabupaten Inhil, Bapak Bohari, S.H. Selain itu, para Camat dari wilayah Mandah, Pelangiran, dan Gaung juga turut hadir atau diwakilkan untuk memantau langsung pelaksanaan pelatihan tersebut.

Tidak hanya dari unsur pemerintahan, kehadiran aparat keamanan juga sangat terlihat jelas dan memperkokoh kegiatan ini. Para Kapolsek dari wilayah setempat turut memeriahkan acara. Sementara itu, kedatangan Danramil 10 Pelangiran dan Danramil 05 Gas turut memperkuat barisan TNI dalam upaya pencegahan bencana di wilayah operasional perusahaan.

Dalam sesi pemaparan materi, peserta yang terdiri dari karyawan PT. GIN diberikan pemahaman mendalam mengenai teknik pencegahan dan cara penanggulangan awal jika terjadi kebakaran. Hal ini dinilai sangat krusial dan mendesak, mengingat lokasi perusahaan yang berada di kawasan yang tergolong rawan Karhutla.

Antusiasme masyarakat juga terlihat sangat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Hal ini tercermin dari kehadiran para Kepala Desa yang wilayahnya berbatasan langsung dengan perusahaan, serta anggota Masyarakat Peduli Api (MPA). Kehadiran mereka menjadi bukti kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan.

Melalui kegiatan ini, seluruh pihak yang hadir diajak untuk lebih sigap dan proaktif dalam mengawasi lingkungan sekitar. Diharapkan dengan bekal ilmu dan koordinasi yang baik ini, potensi terjadinya kebakaran dapat ditekan seminimal mungkin demi terciptanya lingkungan yang sehat dan aman bagi seluruh masyarakat.