Waspada Blind Spot, Pelindo Tembilahan Gencarkan Kampanye Keselamatan Kerja di Area Pelabuhan

Waspada Blind Spot, Pelindo Tembilahan Gencarkan Kampanye Keselamatan Kerja di Area Pelabuhan

Tembilahan - Keselamatan kerja menjadi prioritas utama di lingkungan operasional PT Pelindo Regional 1 Tembilahan. Mengingat tingginya aktivitas bongkar muat yang melibatkan kendaraan besar seperti truk dan alat berat, potensi risiko kecelakaan kerja selalu mengintai. Salah satu faktor penyebab paling sering terjadinya insiden adalah adanya area blind spot atau titik buta yang tidak terlihat oleh pandangan pengemudi. Oleh karena itu, seluruh pekerja dan pihak yang beraktivitas di area pelabuhan diimbau untuk tidak pernah mengabaikan zona berbahaya ini.

Area blind spot pada kendaraan besar mencakup bagian depan, samping kanan-kiri, hingga bagian belakang kendaraan. Pada area tersebut, pengemudi sama sekali tidak dapat melihat keberadaan orang atau benda lain, baik melalui kaca spion maupun pandangan langsung. Masuk ke dalam zona ini sama dengan menempatkan diri pada risiko bahaya yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, kesadaran untuk menghindari area tersebut harus ditanamkan sejak awal bagi setiap orang yang berada di lingkungan kerja.

Sebagai gantinya, seluruh personel diarahkan untuk selalu berada di safe zone atau zona aman yang telah ditentukan. Posisi ini merupakan area di mana pengemudi kendaraan besar memiliki jarak pandang yang jelas dan leluasa. Prinsip utama yang harus dipegang teguh adalah memastikan bahwa sopir dapat melihat Anda. Jika Anda tidak dapat melihat wajah sopir di balik kaca kendaraan, besar kemungkinan mereka juga tidak dapat melihat Anda, sehingga kondisi tersebut harus segera dihindari.

Selain memperhatikan posisi, faktor jarak juga menjadi penentu keselamatan yang krusial. Petugas dan pekerja diwajibkan untuk selalu menjaga jarak aman minimal 3 meter dari kendaraan operasional. Jarak ini memberikan ruang gerak yang cukup bagi kendaraan untuk melakukan manuver serta memberikan waktu reaksi yang cukup bagi kedua belah pihak jika terjadi situasi yang tidak terduga. Memperpendek jarak demi efisiensi waktu justru dapat berujung pada musibah yang tidak diinginkan.

Tidak kalah pentingnya adalah kedisiplinan dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap setiap saat. Penggunaan rompi safety reflektif, helm, dan peralatan keselamatan lainnya bukan sekadar prosedur administratif, melainkan upaya nyata untuk meningkatkan visibilitas dan perlindungan diri. Dengan APD yang standar, keberadaan pekerja akan lebih mudah terdeteksi oleh pengemudi, terutama saat bekerja di kondisi minim cahaya atau cuaca yang kurang mendukung.

General Manager PT Pelindo Regional 1 Tembilahan, Riky Armadi, menegaskan bahwa keselamatan adalah budaya yang harus dijalankan, bukan sekadar seremonial. Menurutnya, banyak kecelakaan yang sebenarnya bisa dicegah hanya dengan meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan tentang area berbahaya. "Kami ingin menekankan bahwa satu langkah kecil untuk waspada bisa menyelamatkan nyawa. Jangan pernah meremehkan risiko, karena kendaraan besar memiliki keterbatasan dalam penglihatan dan jarak pengereman," ujar Riky.

Lebih lanjut, Riky Armadi menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi dan pengawasan ketat di lapangan. Edukasi mengenai pemahaman blind spot terus digalakkan kepada seluruh karyawan, mitra kerja, hingga pengemudi yang masuk ke area pelabuhan. "Kita harus sadar bahwa di area operasional, keselamatan mengalahkan segalanya. Mengejar target atau kecepatan tanpa memperhatikan prosedur keselamatan justru akan merugikan banyak pihak," tambahnya.

Melalui kampanye keselamatan ini, Pelindo Tembilahan berharap tercipta lingkungan kerja yang zero accident. Semua elemen diajak untuk saling mengingatkan dan patuh pada aturan yang berlaku. Ingatlah selalu, utamakan keselamatan, bukan kecepatan! Karena nyawa tidak dapat diganti, dan keselamatan adalah tanggung jawab bersama.