Cegah Korupsi, Kemendagri Tekankan Kepemimpinan Jujur dan Konsisten

Cegah Korupsi, Kemendagri Tekankan Kepemimpinan Jujur dan Konsisten

PEKANBARU - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri menggelar live talkshow pencegahan korupsi bagi kepala daerah Tahun 2026 secara virtual  yang disiarkan melalui YouTube BPSDM Kemendagri, Kamis (16/4/26).

Kegiatan yang diikuti oleh kepala daerah atau yang mewakili seluruh Indonesia ini mengangkat tema Kepemimpinan Berintegritas antara Godaan Kekuasaan dan Amanah Rakyat. 

Selain itu, live talkshow ini sekaligus sebagai upaya untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas dan menjaga nilai integritas dalam kepemimpinan publik. 

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sang Made Mahendra Jaya mengatakan bahwa pemimpin dan berintegritas merupakan dua hal yang berkaitan. 

Sang Made menuturkan, jika berbicara tentang pemimpin, maka di situ ada mandat dan ada amanah untuk melaksanakan pertanggungjawaban, sedangkan berintegritas adalah kejujuran dan konsisten terhadap diri sendiri. 

"Kemudian tentu sebagai pemimpin, mandat yang diberikan juga disini mempunyai kekuasaan. Persoalannya adalah antara kepemimpinan dan integritas ini di tengah-tengah ada godaan salah satunya korupsi," katanya.

Irjen Kemendagri melanjutkan, dengan kekuasaan yang dimiliki seorang pimpinan, seringkali banyak mendapatkan godaan, baik itu untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok tertentu. 

Sehingga dalam kepemimpinan dihadapkan pada pilihan menjalankan mandatnya untuk melayani masyarakat dan untuk membangun daerahnya atau mengikuti godaan dalam jabatan. 

"Karena ini kekuasaan, apakah kekuasaan ini digunakan untuk kepentingan diri, konco atau kelompoknya, ini ujian bagi pemimpin," ucapnya. 

Sang Made menambahkan, pemimpin yang berintegritas adalah pemimpin yang jujur dan konsisten pada dirinya, serta tau apa yang mestinya dia lakukan sebagai seorang pemimpin. 

Lanjut dia, sekali seorang pemimpin melakukan pembiaran terhadap kesalahan, nanti bisa berujung pada tidak jujur dan kurang konsisten. 

"Pemimpin yang berintegritas adalah pemimpin yang jujur pada dirinya dan konsisten. Konsisten ini berat, ini tarikan. Sekali seorang pemimpin melakukan pembiaran dan nanti bisa berujung pada tidak jujur dan kurang konsisten. Ini tugas besar, kesadaran diri masing-masing," tutupnya.