Jaga Udara Bersih, Babinsa Koramil 11/Pulau Burung dampingi Warga Olah Limbah Perkebunan Tanpa Api

Jaga Udara Bersih, Babinsa Koramil 11/Pulau Burung dampingi Warga Olah Limbah Perkebunan Tanpa Api

Pulau Burung  – Babinsa Koramil 11/Pulau Burung, Kodim 0314/INHIL, Serda Ahmad Feri Fahrudin, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan pengawasan Sumber Daya Manusia (SDM) bersama warga Desa Sri Danai Jaya, Kecamatan Pulau Burung senin (20/04) 

 Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin pagi ini menjadi bukti nyata peran aktif TNI dalam mendampingi masyarakat, khususnya para petani kelapa, dalam menghadapi tantangan pengelolaan limbah perkebunan yang ramah lingkungan.

Fokus utama dari kegiatan teritorial ini adalah memberikan edukasi dan himbauan langsung kepada para petani kelapa di Desa Sri Danai Jaya agar menghentikan kebiasaan membakar sabut kelapa sisa panen. Praktik pembakaran limbah pertanian tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kualitas udara dan kesehatan masyarakat sekitar, serta meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan yang lebih luas jika tidak dikendalikan dengan baik.

Dalam interaksi lapangan, Serda Ahmad Feri Fahrudin menyampaikan penjelasan mendalam mengenai bahaya asap hasil pembakaran sabut kelapa yang dapat mengganggu pernapasan dan mengurangi visibilitas di jalan raya. Ia menekankan bahwa sebagai garda terdepan di tengah masyarakat, Babinsa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa aktivitas pertanian berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan dan keselamatan bersama.

Selain melarang praktik pembakaran, Babinsa juga mendorong petani untuk mulai beralih ke metode pengelolaan limbah yang lebih inovatif dan bernilai ekonomis. Beberapa alternatif yang disarankan meliputi pengolahan sabut kelapa menjadi bahan baku kerajinan tangan, media tanam organik, atau bahkan bahan bakar alternatif yang diproses secara modern tanpa menghasilkan asap berbahaya, sehingga limbah yang sebelumnya dianggap sampah dapat berubah menjadi sumber pendapatan tambahan.

Kegiatan ini berlangsung dengan suasana yang kondusif, aman, dan lancar, berkat antusiasme warga Desa Sri Danai Jaya yang terbuka terhadap masukan dari aparat kewilayahan. Para petani menyambut baik himbauan tersebut dan menyatakan kesediaan mereka untuk bekerja sama dalam mengubah pola pikir serta kebiasaan lama demi terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan bebas dari polusi asap.

Melalui pendekatan persuasif dan dialogis, Babinsa berhasil membangun komunikasi dua arah yang efektif, di mana masyarakat merasa didengar dan dilibatkan dalam proses pencarian solusi. Hal ini memperkuat fungsi TNI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan berkelanjutan di tingkat akar rumput, sekaligus menegaskan bahwa pertahanan negara juga mencakup aspek ketahanan lingkungan.

Dampak positif dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya terbatas pada penurunan insiden pembakaran lahan, tetapi juga pada peningkatan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem lokal. Dengan berkurangnya praktik pembakaran terbuka, kualitas hidup warga Desa Sri Danai Jaya diperkirakan akan meningkat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia yang paling terdampak oleh polusi udara.

Sebagai penutup, Serda Ahmad Feri Fahrudin berharap sinergi antara Babinsa dan masyarakat Desa Sri Danai Jaya terus terjalin erat melalui silahturahmi yang dibangun dalam kegiatan ini. Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan intensif, termasuk memfasilitasi pelatihan pengolahan limbah kelapa, guna mewujudkan Desa Sri Danai Jaya sebagai model desa mandiri lingkungan di Kabupaten Indragiri Hilir.