Danposramil 01/Tembilahan Patroli Tapal Batas Libatkan Unsur Polri dan Warga Lokal

Danposramil 01/Tembilahan  Patroli Tapal Batas Libatkan Unsur Polri dan Warga Lokal

Tembilahan Hulu,  – Dalam rangka menjaga keutuhan wilayah dan mencegah potensi sengketa batas antar desa, Babinsa Koramil 01/Tembilahan, Peltu Jaharzam, melaksanakan kegiatan patroli tapal batas di wilayah Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Kegiatan ini dilakukan pada Hari Selasa, 28 April 2026, pukul 09.00 WIB, dengan fokus utama pada pemantauan kondisi fisik batas wilayah serta sosialisasi kepada masyarakat setempat.

Kegiatan patroli ini dipimpin langsung oleh Peltu Jaharzam yang merupakan personel dari Danposramil 01/Tembilahan. Sebagai ujung tombak TNI di tingkat kewilayahan, kehadiran Babinsa dalam setiap aktivitas penjagaan batas menjadi simbol nyata negara dalam menjamin ketertiban dan kepastian hukum terkait administrasi pertanahan dan wilayah desa. Langkah proaktif ini menunjukkan komitmen TNI AD dalam mendukung stabilitas keamanan di wilayah binaannya.

Dalam pelaksanaannya, patroli tapal batas ini tidak dilakukan secara sepihak oleh TNI, melainkan melibatkan unsur gabungan untuk menciptakan sinergitas yang kuat. Total personel yang dikerahkan dalam operasi ini terdiri dari 1 orang personel TNI, 3 orang anggota Polri, serta 2 orang perwakilan masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara aparat keamanan dan warga, sekaligus meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap wilayah mereka.

Lokasi patroli difokuskan pada titik-titik krusial di Desa Pulau Palas, dengan koordinat spesifik yang menjadi acuan adalah 0°21'16'S dan 103°6'34'E. Penentuan titik koordinat yang akurat sangat penting untuk memastikan bahwa batas-batas wilayah telah sesuai dengan peta resmi dan peraturan daerah yang berlaku. Dengan adanya patok batas yang jelas dan terpantau secara berkala, potensi klaim tumpang tindih antar warga atau antar desa dapat diminimalisir sejak dini.

Peran serta masyarakat dalam kegiatan ini sangatlah vital, di mana dua orang warga lokal dilibatkan secara langsung dalam proses patroli. Keterlibatan mereka bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai saksi hidup dan sumber informasi lokal mengenai sejarah batas wilayah tersebut. Hal ini sejalan dengan prinsip pertahanan semesta, di mana kekuatan utama pertahanan negara berasal dari kesadaran dan partisipasi aktif rakyat dalam menjaga kedaulatan wilayahnya.

Selain memantau fisik batas, tim gabungan juga memanfaatkan momen ini untuk melakukan komunikasi sosial dengan warga sekitar area tapal batas. Peltu Jaharzam dan rekan-rekannya dari Polri menyampaikan imbauan agar masyarakat senantiasa menjaga tanda-tanda batas wilayah, seperti patok atau tugu, agar tidak rusak atau digeser. Edukasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga batas wilayah adalah tanggung jawab bersama demi keberlangsungan harmoni sosial.

Kehadiran Danposramil 01/Tembilahan melalui personel Babinsanya di garda terdepan seperti Desa Pulau Palas menunjukkan keseriusan TNI dalam mengawal setiap jengkal tanah Indonesia. Kegiatan rutin seperti patroli tapal batas ini menjadi indikator kinerja kewilayahan yang efektif, di mana pencegahan konflik lebih diutamakan daripada penyelesaian konflik setelah terjadi. Dengan demikian, rasa aman dan tenteram dapat terus terjaga di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir.

Sebagai penutup, kegiatan patroli tapal batas yang dilaksanakan pada 28 April 2026 ini berjalan dengan lancar dan kondusif. Tidak ditemukan adanya pelanggaran atau pergeseran batas yang signifikan selama kegiatan berlangsung. Keberhasilan operasi gabungan ini menjadi modal penting bagi Koramil 01/Tembilahan untuk terus meningkatkan intensitas pengawasan di wilayah lainnya, guna mewujudkan Kabupaten Indragiri Hilir yang aman, tertib, dan bebas dari sengketa wilayah.