PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) menggandeng Pemerintah Provinsi Riau dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dimulai pada Mei mendatang. Sinergi ini disampaikan dalam pertemuan bersama di Kantor Gubernur Riau, Kamis (30/4/2026), sebagai upaya memperkuat ketersediaan data yang akurat dan komprehensif guna mendukung perencanaan pembangunan daerah.
Pelaksanaan sensus dijadwalkan berlangsung selama empat bulan hingga Agustus 2026 dan mencakup seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Melalui kolaborasi ini, seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat, diharapkan dapat berpartisipasi aktif guna memastikan kelancaran serta kualitas hasil pendataan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah strategis dalam memperbarui data ekonomi daerah secara menyeluruh. Data yang dihimpun diharapkan mampu memberikan gambaran aktual mengenai struktur dan perkembangan usaha di berbagai sektor.
Ia menjelaskan, pelaksanaan sensus akan dilakukan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Pendataan ini mencakup berbagai skala usaha, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar, sehingga mampu menghasilkan potret ekonomi yang lebih komprehensif.
“Sensus ini bertujuan untuk memetakan potensi ekonomi daerah secara lebih detail. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Asep Riyadi menyampaikan bahwa BPS telah menyiapkan mekanisme pendataan yang sistematis serta didukung oleh petugas lapangan yang terlatih. Selain itu, kegiatan sosialisasi terus dilakukan guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya sensus ekonomi.
Ia juga menekankan bahwa keterbukaan pelaku usaha dalam memberikan informasi menjadi faktor penting dalam menghasilkan data yang berkualitas. Oleh karena itu, partisipasi aktif seluruh pihak sangat diharapkan agar pelaksanaan sensus dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat basis data pembangunan daerah. Ia menegaskan pentingnya peran aktif perangkat daerah dalam mendukung kelancaran proses pendataan di lapangan.
“Data hasil sensus ini akan menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ke depan. Karena itu, diperlukan koordinasi dan keterlibatan seluruh pihak agar pelaksanaannya berjalan optimal dan menghasilkan data yang berkualitas,” pungkasnya.