Indragiri Hilir – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengembangkan potensi pertanian lokal, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Umar Hamdi, S.Pt., melaksanakan kunjungan kerja ke markas sementara Batalyon Infanteri 953/Harimau Rawa. Kunjungan yang berlangsung pada Jumat (1/5) ini bertempat di Desa Pengalihan, Kecamatan Keritang, dan dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), Surohman, S.ST., serta sejumlah staf dinas terkait.
Kedatangan rombongan Dinas Pertanian Inhil disambut hangat oleh perwakilan pimpinan Batalyon TP 953/Harimau Rawa. Meskipun cuaca sedang diguyur hujan lebat, Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon), Kapten Inf. Andro Prakoso, mewakili Komandan Batalyon Mayor Inf. Anam Achmad Musadilah, menerima tamu dengan penuh keramahan. Suasana akrab tersebut menandakan komitmen kuat kedua belah pihak untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan demi kemajuan daerah.
Kunjungan kerja ini sejatinya merupakan tindak lanjut dan balasan atas kunjungan sebelumnya yang dilakukan oleh personil Batalyon TP 953/Harimau Rawa ke kantor Dinas Pertanian Inhil. Langkah timbal balik ini menunjukkan adanya komunikasi dua arah yang aktif antara instansi militer dan pemerintah daerah dalam mengidentifikasi peluang-peluang strategis yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dan kemandirian satuan.
Salah satu poin utama dalam agenda kunjungan ini adalah menghadirkan pelaku usaha lokal, khususnya pengusaha kopi Liberika yang tergabung dalam Badan Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BC HIPMI) Inhil. Kehadiran para pengusaha ini bertujuan untuk menjembatani kepentingan bisnis dengan program pengembangan lahan, sekaligus memperkenalkan kualitas kopi Liberika khas Indragiri Hilir kepada jajaran TNI yang berada di wilayah tersebut.
Suasana dialog menjadi semakin hangat dan produktif berkat penyajian kopi Liberika lokal yang aromanya khas dan nikmat. Penikmatan kopi tersebut tidak hanya sekadar aktivitas santai, melainkan menjadi simbol nyata dari potensi komoditas unggulan daerah yang sedang didorong untuk dikembangkan lebih luas. Hal ini menciptakan suasana diskusi yang cair mengenai teknis budidaya hingga pemasaran kopi Liberika di masa depan.

Kepala Dinas Pertanian Inhil, Umar Hamdi, menyampaikan harapannya agar Pemerintah Daerah Inhil melalui dinas terkait dapat bersinergi secara intensif dengan Yonif 953/Harimau Rawa. Fokus utamanya adalah pengembangan tanaman kopi Liberika di lahan-lahan yang tersedia di area batalyon. Strategi yang ditawarkan adalah penanaman kopi di lahan yang tidak terlalu luas, namun diselipkan atau ditumpangsarikan dengan tanaman lainnya untuk memaksimalkan produktivitas lahan.
Selain kopi, sinergi ini juga merambah pada program swasembada pangan lainnya. Kadistan berharap Batalyon TP dapat membantu program swasembada jagung dan pangan secara umum. Menanggapi hal tersebut, Kapten Inf. Andro Prakoso menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Pemda Inhil. Ia mengakui bahwa batalyon masih perlu banyak belajar dan memulai dari nol dalam pelaksanaan program pertanian, sehingga dukungan teknis dan fasilitas dari dinas sangat diperlukan.
Sebagai bentuk konkret dari komitmen bersama tersebut, kegiatan diakhiri dengan penyerahan bantuan bibit dari Dinas Pertanian Inhil kepada Batalyon TP 953/Harimau Rawa. Bantuan tersebut meliputi bibit jagung untuk mendukung ketahanan pangan satuan, serta bibit kopi Liberika dari pengusaha lokal Inhil. Langkah ini diharapkan menjadi awal dari keberhasilan panen dan pengembangan agribisnis kopi Liberika yang melibatkan peran aktif TNI di wilayah Indragiri Hilir.