Bukan Sekadar Perpisahan, Kepala Desa Sungai Intan Tanamkan Pesan Moral bagi Lulusan Madrasah Jami'atul Islamiyah

Bukan Sekadar Perpisahan, Kepala Desa Sungai Intan Tanamkan Pesan Moral bagi Lulusan Madrasah Jami'atul Islamiyah

TEMBILAHAN HULU,  – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Halaman Madrasah Jami'atul Islamiyah di Parit Sungai Nibung 16, Dusun Sungai Nibung, Desa Sungai Intan, Kecamatan Tembilahan Hulu, pada Minggu (17/05/2026). Ratusan pasang mata tertuju pada panggung utama, menyaksikan momen pelepasan dan perpisahan peserta didik dari jenjang PAUD, MI, MTs, hingga MA angkatan tahun ajaran 2025/2026.

Kehadiran Kepala Desa Sungai Intan, Ahmad Ependi, memberikan warna khusus dalam acara tersebut. Kehadirannya bukan sekadar formalitas protokoler, melainkan sebagai representasi dukungan penuh pemerintah desa terhadap kemajuan pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda di wilayahnya. Dalam sambutannya, Ahmad Ependi menekankan bahwa kelulusan bukanlah titik akhir, melainkan gerbang menuju tanggung jawab sosial yang lebih besar.

Sinergi Desa dan Yayasan untuk Pendidikan Berkarakter

Acara ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Raudhatul Musyarakah, Muhammad Yani, beserta seluruh majelis guru, wali murid, dan para undangan. Kolaborasi antara Pemerintah Desa Sungai Intan dan Yayasan Raudhatul Musyarakah terlihat jelas dalam upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengasah intelektual, tetapi juga spiritual dan emosional.

“Kegiatan ini bukan hanya menjadi momen perpisahan, namun juga menjadi awal langkah baru bagi para siswa untuk terus mengejar cita-cita dan masa depan yang lebih baik,” ujar Ahmad Ependi di hadapan para lulusan dan orang tua mereka.

Pesan Kepala Desa tersebut seolah menjadi benang merah dari seluruh rangkaian acara. Ia mengapresiasi kerja keras para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang masing-masing. Lebih jauh, ia menyampaikan harapan agar para alumni Madrasah Jami'atul Islamiyah dapat menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu membanggakan orang tua dan daerah asal mereka.

Haru dan Semarak dalam Satu Atap

Suasana khidmat terasa sejak awal acara dimulai. Prosesi pelepasan yang digelar di halaman madrasah tersebut dirancang sedemikian rupa untuk menyentuh hati para hadirin. Tidak hanya diisi dengan pidato-pidato inspiratif, acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dari para siswa yang menunjukkan bakat dan kreativitas mereka.

Momen pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi menjadi puncak dari rasa bangga para wali murid dan guru. Setiap tepuk tangan yang bergema seolah menjadi doa restu bagi langkah selanjutnya para lulusan. Bagi banyak orang tua, melihat anak-anak mereka berdiri tegak mengenakan atribut kelulusan adalah bukti nyata dari perjuangan mendidik yang tidak sia-sia.

Ketua Yayasan Raudhatul Musyarakah, Muhammad Yani, dalam kesempatan terpisah menyatakan bahwa dukungan dari tokoh masyarakat dan pemerintah desa seperti yang ditunjukkan oleh Kades Ahmad Ependi sangat berarti bagi motivasi para guru dan siswa. “Ini menunjukkan bahwa pendidikan di Madrasah Jami'atul Islamiyah adalah urusan bersama, bukan hanya tanggung jawab sekolah,” ungkapnya.

Menatap Masa Depan dengan Bekal Akhlak

Lulusan dari Madrasah Jami'atul Islamiyah Parit Sungai Nibung 16 ini kini bersiap menghadapi tantangan baru. Jenjang PAUD yang melepaskan anak-anak usia dini, hingga MA yang melepas remaja siap kuliah atau bekerja, semuanya membawa misi yang sama: menjadi agen perubahan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Pemerintah Desa Sungai Intan, melalui pernyataan resminya, kembali mengucapkan selamat kepada seluruh siswa-siswi angkatan 2025/2026. Desa Sungai Intan berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.

“Semoga sukses dan terus meraih prestasi di masa mendatang. Jadilah lulusan yang tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga matang secara sikap,” tutup Ahmad Ependi mengakhiri sambutannya.

Dengan bekal ilmu dan akhlak yang telah ditanamkan selama bertahun-tahun di bangku madrasah, para lulusan ini kini melangkah keluar dari gerbang sekolah, membawa harapan besar bagi keluarga, desa, dan bangsa. Perpisahan di hari itu bukan tentang kehilangan, melainkan tentang perayaan atas pertumbuhan dan kesiapan menyambut masa depan.