Garda Terdepan Rawa, Yonif TP 953/Harimau Rawa Siap Tempur Padamkan Karhutla Inhil

Garda Terdepan Rawa, Yonif TP 953/Harimau Rawa Siap Tempur Padamkan Karhutla Inhil

TEMBILAHAN – Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 953/Harimau Rawa menegaskan komitmen penuhnya dalam mengawal wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2026. Kehadiran satuan elit teritorial ini dihadiri Komandan Batalyon (Danyonif) TP 953/Harimau Rawa, Mayor Inf. Anam Achmad Musadilah yang diwakili Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon), Kapten Inf. Rizki Adro Prakoso, yang menghadiri langsung Apel Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Karhutla Kabupaten Inhil Tahun 2026 di lapangan upacara Kantor Bupati Inhil, Kamis (21/5/2026). Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan TNI dalam menjaga stabilitas lingkungan hidup.

Apel siaga yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Inhil, H. Herman, SE., MT., serta dihadiri oleh jajaran komando terintegrasi mulai dari unsur Forkopimda Inhil, Sekretaris Daerah, jajaran OPD, Basarnas, Manggala Agni, hingga para Danramil dan Kapolsek setempat. Keterlibatan Yonif TP 953/Harimau Rawa di tengah sinergi lintas sektoral ini memperkuat barisan pertahanan daerah dalam mengantisipasi ancaman musiman yang kerap melanda wilayah Provinsi Riau tersebut.

Pelaksanaan apel siaga komprehensif ini merupakan langkah cepat untuk menindaklanjuti Keputusan Gubernur Riau Nomor: KPTS.102/II/2026 mengenai Penetapan Status Siaga Darurat Karhutla Provinsi Riau Tahun 2026. Di tengah ancaman cuaca ekstrem, kehadiran pasukan Harimau Rawa di lapangan memberikan suntikan moril dan kepastian bahwa negara hadir secara totalitas untuk mencegah terjadinya bencana kabut asap yang merugikan banyak sektor kehidupan.

Dalam amanatnya, Bupati Inhil H. Herman menekankan bahwa wilayah Kabupaten Indragiri Hilir memiliki tingkat kerawanan Karhutla yang sangat tinggi karena hamparan kawasan gambut yang luas. Kondisi ini diprediksi akan semakin diperparah oleh fenomena Super El Nino pada tahun 2026 yang membawa kekeringan ekstrem. Meskipun data statistik menunjukkan tren penurunan luas kebakaran dari 340,75 hektare pada tahun 2023 menjadi 166,6 hektare pada tahun 2025, lonjakan drastis justru terjadi hingga Mei 2026 ini yang telah mencatat kebakaran seluas 179,4 hektare dengan 542 titik api.

Merespons situasi darurat dan lonjakan titik api tersebut, Yonif TP 953/Harimau Rawa menyatakan kesiapan penuh dalam mengoptimalkan operasi di lapangan. Komandan Batalyon (Danyonif) TP 953/Harimau Rawa, Mayor Inf. Anam Achmad Musadilah menyampaikan bahwa jajarannya telah menyiagakan pasukan khusus yang siap diterjunkan langsung ke titik koordinat kebakaran kapan pun dibutuhkan tanpa penundaan.

Selain kesiapan personel, batalyon teritorial ini juga memastikan bahwa sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla yang mereka miliki sudah dalam kondisi prima dan mencukupi untuk mendukung operasi pemadaman di area-area sulit seperti lahan gambut yang dalam. Pasukan stand by ini terus memantau pergerakan titik panas (hotspot) guna melakukan tindakan cepat (quick response) sebelum api meluas dan tidak terkendali.

Momentum apel siaga ini juga diwarnai dengan aksi nyata pelestarian lingkungan hidup, di mana Danyonif TP 953/Harimau Rawa secara simbolis menerima bantuan bibit pohon dari Kapolda Riau guna mendukung program green policing. Langkah ini sejalan dengan strategi jangka panjang batalyon yang tidak hanya fokus pada pemadaman saat bencana terjadi, tetapi juga gencar melakukan upaya mitigasi dan restorasi lahan hijau secara berkelanjutan.

Di akhir pernyataannya, pihak Yonif TP 953/Harimau Rawa menghimbau  seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha perkebunan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Batalyon akan mengintensifkan patroli terpadu, deteksi dini, serta sosialisasi sanksi pidana tegas bagi para pelaku pembakar hutan. Dampak buruk Karhutla terhadap kesehatan, ekosistem, dan ekonomi masyarakat luas menjadi landasan utama bagi pasukan Harimau Rawa untuk berdiri di garis terdepan demi mewujudkan Inhil bebas asap.