Kabupaten Inhil Catat Peningkatan Kurban 22 Persen, Dinas Pertanian Perketat Pemeriksaan Kesehatan Hewan

Kabupaten Inhil Catat Peningkatan Kurban 22 Persen, Dinas Pertanian Perketat Pemeriksaan Kesehatan Hewan
Kadistan Inhil didampingi para Dokter dan paramedik

Tembilahan  – Kabupaten Indragiri Hilir mencatat peningkatan jumlah hewan kurban sebesar 22 persen pada tahun ini. Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Inhil, Umar Hamdi,S.Pt di sela kegiatan pemeriksaan penyembelihan hewan kurban di Masjid Jami Al-Huda Sabtu (30/05) 

Peningkatan kurban di Inhil meliputi sapi dan kerbau yang mencapai 3.128 ekor. Sementara untuk kambing dan domba tercatat sebanyak 526 ekor. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat Inhil untuk berkurban masih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Guna menjaga rasa aman dan memastikan hewan kurban layak dikonsumsi, Dinas Pertanian Inhil menerjunkan 5 dokter hewan dan 7 paramedik. Tim tersebut melakukan pemeriksaan langsung di lokasi penyembelihan, salah satunya di Masjid Jami Al-Huda yang memiliki kuantitas hewan kurban cukup banyak.

Pemeriksaan meliputi kondisi kesehatan hewan sebelum disembelih, kelayakan daging, serta kebersihan lokasi penyembelihan. Menurut Umar Hamdi, langkah ini penting agar masyarakat tidak ragu mengonsumsi daging kurban yang dibagikan ke warga.

“Untuk Kabupaten Inhil terjadi peningkatan kurban 22 persen. Sapi dan kerbau sejumlah 3.128 ekor, kemudian kambing dan domba 526 ekor. Semua kami periksa agar daging yang diterima masyarakat benar-benar sehat dan aman,” jelas Umar Hamdi, S.Pt saat ditemui di lokasi.

Umar Hamdi menambahkan, semangat masyarakat untuk berkurban patut diapresiasi. Pasalnya, peningkatan jumlah hewan kurban terjadi di tengah penurunan harga komoditas unggulan Inhil yang cukup signifikan. Namun kondisi itu tidak menyurutkan niat warga untuk berbagi melalui ibadah kurban.

Tim dokter hewan dan paramedik bekerja sejak pagi memastikan setiap hewan yang disembelih memenuhi syarat kesehatan. Pemeriksaan antemortem dan postmortem dilakukan secara teliti. Jika ditemukan indikasi penyakit, daging tidak akan diedarkan ke masyarakat.

Dengan adanya peningkatan 22 persen ini, Dinas Pertanian Inhil berkomitmen terus mendampingi pelaksanaan kurban setiap tahun. Pengawasan kesehatan hewan menjadi prioritas agar ibadah kurban berjalan lancar dan daging yang dikonsumsi masyarakat terjamin kehalalannya serta aman dari penyakit.