The Changcuters Pecahkan Suasana Malam Pertama RANS Carnival Pekanbaru

The Changcuters Pecahkan Suasana Malam Pertama RANS Carnival Pekanbaru

PEKANBARU - Riuh suara penonton menutup hari pertama RANS Carnival Pekanbaru dengan penuh energi di Halaman Kantor Gubernur Riau, pada Sabtu (6/6) malam. Ribuan penonton yang sejak sore memadati area festival bertahan hingga penghujung acara demi menyaksikan penampilan band rock n roll asal Kota Bandung, The Changcuters.

Kehadiran Tria Cs seolah menjadi klimaks dari rangkaian hiburan yang telah berlangsung sepanjang hari. Baru beberapa langkah naik ke panggung, vokalis The Changcuters, Muhammad Tria Ramadhani, langsung disambut teriakan histeris penonton. 

Sorot lampu yang mengarah ke wajah para personel membuat suasana semakin bergairah. Dengan gaya khasnya yang enerjik, Tria menyapa ribuan fans The Changcuters yang dijuluki Changcutrangers yang memadati area konser.

“Semangat kalian luar biasa, kalian selalu bikin kami kangen,” ucapnya yang langsung disambut sorakan panjang dari penonton.

Malam itu, The Changcuters tampil tanpa jarak dengan para penggemarnya. Interaksi demi interaksi terus dibangun, membuat suasana konser makin terasa hangat.

Tria juga menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara acara yang telah menghadirkan mereka kembali ke Kota Bertuah. Band asal Bandung ini mengaku senang datang berjumpa Changcutrangers Pekanbaru.

“Tepuk tangan untuk RANS Carnaval, sudah mendatangkan kita ke Pekanbaru. Kami senang kalau lihat kalian gembira seperti ini,” kata Tria.

Sorakan penonton semakin keras ketika lagu-lagu andalan mulai dimainkan satu per satu. Setiap dentuman drum dan petikan bass seolah menjadi aba-aba bagi penonton untuk melompat dan bernyanyi bersama.

Di barisan depan, banyak penonton terlihat ingin menggapai tangan Tria. Sementara di bagian tengah dan belakang, gelombang manusia tampak jingkrak-jingkrak mengikuti musik yang menghentakkan jiwa.

Suasana semakin pecah saat The Changcuters membawakan lagu “I Love You Bibeh”. Lagu yang sudah sangat melekat dengan para penggemar itu sukses membuat seluruh area konser bergemuruh.

Ribuan suara penonton terdengar kompak mengikuti setiap lirik yang dinyanyikan Tria. Bahkan, beberapa penonton tampak saling berangkulan sambil melompat mengikuti irama lagu yang penuh semangat tersebut.

Tak hanya menghadirkan nostalgia, The Changcuters juga memberikan kejutan spesial untuk penonton Pekanbaru. Tria mengaku mereka membawa satu lagu baru yang belum pernah dibawakan sebelumnya di kota tersebut.

“Ada satu lagu spesial yang belum pernah kami nyanyikan disini. Malam ini kita nyanyikan lagu baru itu, judulnya Ruang Riang. Selamat menikmati,” ungkap Tria disambut tepuk tangan meriah.

Lagu “Ruang Riang” kemudian dimainkan dengan nuansa penuh semangat dan warna musik khas The Changcuters. Penonton yang awalnya penasaran perlahan ikut menikmati setiap bagian lagu baru tersebut.

Beberapa penonton bahkan langsung merekam dan menyanyikan bagian reff yang mudah diingat. Momen itu menunjukkan kuatnya hubungan antara band dan para penggemarnya yang selalu antusias menerima karya baru.

Penampilan semakin berwarna ketika permainan gitar dari Qibil The Changcuters mulai mendominasi panggung. Melodi khas yang dimainkan membawa suasana konser terasa seperti perjalanan musikal penuh imajinasi.

Saat lagu “Hijrah Ke London” dimainkan, penonton langsung serentak memberi hormat tanda Qibil ready beraksi. Lagu tersebut sukses membawa Changcutrangers larut dalam magis  ala jalanan London dengan gaya rock n roll.

Energi penonton seakan tidak pernah habis sepanjang penampilan berlangsung. Meski malam semakin larut, ribuan orang tetap bertahan sambil terus bernyanyi dan melompat mengikuti irama.

Di sela penampilan, Tria beberapa kali mengajak penonton untuk menikmati malam dengan penuh kebahagiaan. Ia juga memuji semangat masyarakat Pekanbaru yang dinilai selalu memberikan energi besar bagi The Changcuters setiap datang tampil.

"Kalian semua kayaknya udah jago nyanyi ya, udah pada latihan vokal ya. Makin kami sering ke sini, suara kalian makin tambah bagus luar biasa," ucap Tria.

Kehangatan interaksi itu membuat konser terasa lebih akrab. Banyak penonton tampak tersenyum dan terus mengabadikan momen yang dianggap langka tersebut.

RANS Carnival Pekanbaru sukses menghadirkan kombinasi hiburan musik, pertunjukan seni, dan bazar UMKM yang dipadati masyarakat sejak pagi hari. Hari pertama acara ditutup dengan penampilan yang meninggalkan kesan mendalam bagi para pengunjung.

Kehadiran The Changcuters menjadi salah satu magnet terbesar malam itu. Tak sedikit penonton yang mengaku rela bertahan hingga akhir demi menyaksikan langsung aksi panggung band idolanya.

Menjelang penghujung konser, suasana justru semakin panas. Lampu panggung yang berkedip cepat berpadu dengan hentakan drum dari Erick  membuat area festival berubah menjadi lautan manusia yang terus bergerak.

The Changcuters kemudian memainkan lagu pamungkas mereka, “Main Serong”. Lagu penutup itu sontak membuat penonton heboh tanpa henti sambil bernyanyi bersama hingga lagu berakhir.

Ketika musik berhenti dan lampu panggung perlahan meredup, teriakan penonton masih terdengar menggema di kawasan acara. Banyak yang belum beranjak karena masih terbawa euforia penampilan energik Tria Cs malam itu.

Satu diantaranya yaitu Noval Eriyan, warga Pekanbaru tersebut berharap kemeriahan RANS Carnival dapat dirasakan untuk tahun-tahun berikutnya. Karena menurut Noval, kegiatan seperti ini dapat memberikan ruang hiburan dan peluang putaran ekonomi kepada masyarakat di daerah.

"Hari pertama RANS Carnival Pekanbaru sudah berlalu, artinya besok tinggal penutup. Agenda yang kayak gini sangat bagus sebab semuanya ada, kalau bisa RANS tiap tahun bikin aja acara seperti ini di Pekanbaru. Pasti masyarakat senang, para UMKM dan pelaku kreatif lokal bisa dapat putaran ekonomi dari event ini." pungkasnya.