Lomba Menyolak Kelapa Meriahkan Milad ke-61 Inhil, Wadah Promosi Komoditas Andalan Daerah

Lomba Menyolak Kelapa Meriahkan Milad ke-61 Inhil, Wadah Promosi Komoditas Andalan Daerah

TEMBILAHAN – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ke-61, Dinas Pertanian Kabupaten Inhil resmi menggelar Lomba Menyolak Kelapa yang dipusatkan di halaman Gedung Multi Years, Jalan Swarna Bumi, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian masyarakat karena mengangkat komoditas unggulan daerah, yakni kelapa.


Kegiatan Lomba resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir, Umar Hamdi, S.Pt. Acara tersebut turut dihadiri Bupati Indragiri Hilir yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Muammar Khadafi, para kepala bidang di lingkungan Dinas Pertanian, panitia pelaksana, serta jajaran pejabat fungsional.

Dalam sambutannya, Umar Hamdi menyampaikan apresiasi kepada insan media dan pers yang selama ini turut berperan dalam mengangkat nama besar kelapa Inhil hingga dikenal di tingkat nasional. Menurutnya, dukungan media sangat penting dalam memperjuangkan harkat dan martabat petani kelapa di daerah tersebut.

Ia berharap berbagai pihak, khususnya para pengambil kebijakan, dapat lebih memperhatikan dan mendengarkan aspirasi serta keluhan para petani kelapa. Dengan demikian, berbagai persoalan yang dihadapi petani dapat ditangani secara bersama demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Indragiri Hilir merupakan gudangnya kelapa. Karena itu, petani kelapa perlu mendapatkan perhatian yang lebih besar agar kesejahteraan mereka terus meningkat,” ujar Umar Hamdi di hadapan para peserta dan tamu undangan.

Pada kesempatan itu, Kadistan juga menyampaikan kabar positif terkait perkembangan harga kelapa. Ia mengatakan bahwa harga komoditas tersebut mulai menunjukkan tren kenaikan dan diperkirakan akan terus membaik dalam waktu mendatang, sehingga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian petani.

Lomba Menyolak Kelapa tahun ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir. Para peserta merupakan petani dan masyarakat yang memiliki keterampilan dalam aktivitas tradisional yang berkaitan erat dengan pengolahan kelapa.

Panitia pelaksana menjelaskan bahwa perlombaan akan berlangsung melalui beberapa tahap penyisihan sebelum memasuki babak final. Selain memperebutkan hadiah menarik, kegiatan ini juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat identitas Inhil sebagai daerah penghasil kelapa terbesar yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.