Direktur RSUD Puri Husada Dampingi Wabup Inhil Resmikan Poliklinik Stunting

Direktur RSUD Puri Husada Dampingi Wabup Inhil Resmikan Poliklinik Stunting

Tembilahan  – Direktur UPTD RSUD Puri Husada Tembilahan, dr. Firman Nurdiansah, M.Ked, Sp.THT-KL, M.M., mendampingi Wakil Bupati Indragiri Hilir sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Indragiri Hilir, Yuliantini, S.Sos., M.Si., dalam peresmian Poliklinik Stunting UPTD RSUD Puri Husada Tembilahan, Kamis (11/6/2026). Peresmian tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Yuliantini didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir, Hj. Katerina Susanti, SKM., M.Kes. Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPRD, jajaran manajemen RSUD Puri Husada, kepala perangkat daerah, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur UPTD RSUD Puri Husada dr. Firman Nurdiansah menjelaskan bahwa pembentukan Poliklinik Stunting merupakan wujud komitmen rumah sakit dalam mendukung program percepatan penurunan stunting yang menjadi prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan layanan khusus ini diharapkan dapat memberikan penanganan yang lebih terarah dan berkelanjutan bagi anak-anak yang berisiko maupun yang telah terindikasi mengalami stunting.

dr. Firman mengatakan, Poliklinik Stunting akan menjadi pusat pelayanan terpadu yang melibatkan berbagai tenaga kesehatan, mulai dari dokter spesialis, dokter anak, ahli gizi, perawat, hingga tenaga kesehatan lainnya. Dengan pendekatan multidisiplin tersebut, pasien akan mendapatkan pemeriksaan, pemantauan tumbuh kembang, konsultasi gizi, serta edukasi kepada orang tua secara komprehensif.

 ia menjelaskan bahwa Poliklinik Stunting juga berfungsi sebagai layanan rujukan lanjutan dari Posyandu dan Puskesmas yang menemukan kasus anak dengan gangguan pertumbuhan. Dengan adanya sistem rujukan yang terintegrasi, proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga peluang keberhasilan intervensi menjadi lebih besar.

Menurut dr. Firman, stunting tidak hanya berkaitan dengan masalah tinggi badan anak, tetapi juga berdampak terhadap perkembangan kognitif, kesehatan, dan produktivitas di masa depan. Karena itu, penanganannya memerlukan kolaborasi yang kuat antara tenaga kesehatan, keluarga, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Wakil Bupati Inhil Yuliantini dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir memiliki komitmen yang kuat dan berkelanjutan dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Melalui program GINTAS (Gerakan Indragiri Hilir Atasi Stunting), berbagai langkah strategis terus dilakukan secara terpadu mulai dari tingkat Posyandu, Puskesmas hingga pelayanan lanjutan di rumah sakit.

Dengan diresmikannya Poliklinik Stunting UPTD RSUD Puri Husada Tembilahan, dr. Firman Nurdiansah berharap fasilitas tersebut dapat menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan anak serta memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menekan angka stunting. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu melahirkan generasi Indragiri Hilir yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju masa depan yang lebih baik.