Milad ke-61 Inhil, Saatnya Menjadikan Pendidikan Motor Penggerak SDM Berkualitas

Milad ke-61 Inhil, Saatnya Menjadikan Pendidikan Motor Penggerak SDM Berkualitas

 

Oleh : DR. (c). Bambang Sasmita Adi Putra, S.E., S.H., M.H.

Praktisi Hukum, Ketua Program Studi Ilmu Hukum Universitas Islam Indragiri (UNISI) sekaligus Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semoga Berkah

 

Tembilahan – Tanggal 14 Juni 2026 menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, yang resmi menginjak usia ke-61 tahun. Di tengah refleksi perjalanan panjang sejak berdiri pada 14 Juni 1965, fokus pembangunan daerah kini bergeser secara masif pada penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi utama mendongkrak marwah dan daya saing daerah di kancah global.

Selama puluhan tahun, Indragiri Hilir dikenal luas sebagai "Negeri Seribu Parit" dengan ketergantungan ekonomi yang kuat pada sektor perkebunan, khususnya kelapa. Namun, memasuki usia ke-61, tantangan zaman menuntut transformasi ekonomi yang tidak lagi sekadar mengandalkan kekayaan alam mentah.

Tema Milad tahun ini, "Syukuri Anugerah, Bangkitkan Marwah untuk Indragiri Hilir yang Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan," menjadi sinyalemen kuat bahwa kebangkitan marwah daerah harus ditopang oleh kualitas manusia yang mengelolanya. Pengamat kebijakan publik menilai, tanpa lompatan kualitas sumber daya manusia (SDM), Inhil berisiko terjebak dalam pertumbuhan ekonomi yang stagnan akibat fluktuasi harga komoditas global.

Dukungan terhadap transformasi berbasis SDM ini salah satunya disuarakan oleh akademisi dan praktisi hukum Inhil, DR. (c). Bambang Sasmita Adi Putra, S.E., S.H., M.H. Selaku Ketua Program Studi Ilmu Hukum Universitas Islam Indragiri (UNISI) sekaligus Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semoga Berkah, ia menekankan bahwa masa depan Inhil berada di ruang-ruang kelas perguruan tinggi.
"Membangun daerah dimulai dari membangun manusianya. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan Indragiri Hilir yang lebih maju dan bermartabat," tegas Bambang 


Menurutnya, pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan kapasitas manusia yang mumpuni untuk menggerakkan roda inovasi dan menegakkan keadilan hukum di daerah.


Sebagai perguruan tinggi kebanggaan masyarakat lokal, Universitas Islam Indragiri (UNISI) memegang peran sentral sebagai inkubator generasi muda. Di tengah maraknya arus urbanisasi pemuda ke kota-kota besar untuk kuliah, UNISI menawarkan alternatif strategis: mencetak sarjana berkualitas tanpa harus meninggalkan tanah kelahiran.
Kampus ini mengusung misi integrasi antara keilmuan modern, profesionalisme, dan nilai-nilai keislaman. Langkah ini dinilai krusial untuk menjawab tantangan degradasi moral di era digital, sekaligus menyiapkan tenaga kerja yang inovatif dan berdaya saing global.


Melalui slogan "Kuliah di UNISI, Membangun Negeri dari Indragiri Hilir," perguruan tinggi ini mencoba membalikkan arah kompas pembangunan—bahwa kontribusi nasional bisa dimulai dari daerah.

Perjalanan menuju Inhil yang maju dan berkelanjutan dipastikan tidak mudah. Pemerintah daerah bersama institusi pendidikan seperti UNISI dihadapkan pada tantangan nyata, mulai dari pemerataan akses pendidikan di wilayah pelosok parit, sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri modern, hingga penguatan literasi hukum di masyarakat.

Milad ke-61 ini bukan sekadar perayaan seremonial tahunan. Hari jadi ini adalah sebuah batu pijakan krusial untuk membuktikan apakah Indragiri Hilir mampu bertransformasi dari daerah berbasis komoditas menjadi daerah berbasis pengetahuan (knowledge-based economy) demi menyongsong generasi emas yang cerdas, islami, dan bermartabat.