Tembilahan – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 dan sempena Milad Inhil ke -61. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Indragiri Hilir bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Cabang Riau menggelar kegiatan bakti sosial dan Workshop Bantuan Hidup Dasar (BHD), Kamis (18/06). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Mal Pelayanan Publik (MPP), Jalan Ki Hajar Dewantara, Tembilahan.
Mengusung tema “Riau Tanggap Henti Jantung, IDI Berkemajuan, Bangsa Sehat Sejahtera”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus henti jantung mendadak. Workshop diikuti oleh berbagai unsur masyarakat dan instansi yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Indragiri Hilir yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, H. Muammar Qadafi, MA. Hadir pula Ketua PMI Cabang Indragiri Hilir, Hj. Katerina Susanti, SKM, M.Kes, Direktur RSUD Puri Husada yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha Fauzan, SKM, serta sejumlah dokter dan tenaga kesehatan.
Ketua IDI Cabang Indragiri Hilir, dr. Muhammad Rahmatsyah Nasution, M.Ked (Ped), Sp.A, dalam sambutannya menekankan pentingnya sosialisasi dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi masyarakat luas. Menurutnya, tingginya kasus serangan jantung yang berujung pada henti jantung mendadak menjadi alasan utama perlunya edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa setiap orang dapat berperan dalam menyelamatkan nyawa. Tangan kita bisa menjadi penyelamat bagi orang lain ketika terjadi keadaan darurat sebelum bantuan medis datang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PERDATIN Riau yang diwakili oleh dr. M. Markam Shalihin, Sp.An-TI bersama rombongan turut mendukung penuh kegiatan tersebut. Kehadiran PERDATIN menjadi bentuk komitmen organisasi profesi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya kasus henti jantung.
Pada sesi materi, dr. M. Markam Shalihin, Sp.An-TI bertindak sebagai narasumber dan instruktur Bantuan Hidup Dasar Dewasa. Ia menyampaikan materi mengenai langkah-langkah pertolongan awal pada korban henti jantung, baik yang terjadi di lingkungan kerja, perkantoran maupun di tempat-tempat keramaian. Peserta juga diberikan praktik langsung agar mampu melakukan tindakan yang tepat dalam situasi darurat.
Selain itu, materi Bantuan Hidup Dasar untuk anak disampaikan oleh dr. Kamsiah, M.Ked (Ped), Sp.A. Melalui kegiatan ini, IDI Cabang Indragiri Hilir dan PERDATIN Riau berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus henti jantung, sehingga angka keselamatan korban dapat meningkat dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya respons cepat dalam keadaan darurat semakin tinggi.