Buka Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Presiden Prabowo Ajak Kampus Jadi Motor Kemandirian Ekonomi

Buka Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Presiden Prabowo Ajak Kampus Jadi Motor Kemandirian Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat (26/06/2026). Acara diawali dengan laporan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto yang menyampaikan bahwa Sarasehan Kebangsaan tahun ini diikuti lebih dari 2.600 peserta.

“Kami melaporkan bahwa Sarasehan Kebangsaan hari ini diikuti lebih dari 2.600 peserta yang terdiri atas 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, enam ketua perguruan tinggi, 1.596 dosen, ilmuwan serta para peneliti termasuk dari BRIN sejumlah 300 peneliti. Kemudian lebih dari 635 mitra kolaborasi perguruan tinggi dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” ujar Brian.

Brian menjelaskan bahwa Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia merupakan inisiatif Presiden Prabowo yang pertama kali diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Agustus 2025 yang lalu. Menurutnya, penyelenggaraan Sarasehan Kebangsaan tahun ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat agar ilmu pengetahuan benar-benar menjadi kekuatan utama dalam pembangunan nasional.

“Sarasehan yang diadakan pada hari ini merupakan rangkaian dari program KSTI tahun 2026 dengan tujuan menguatkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat agar ilmu pengetahuan benar-benar menjadi kekuatan dalam pembangunan bangsa,” ungkap Brian.

Brian juga menegaskan bahwa tema "Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia" selaras dengan arah pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama seluruh perguruan tinggi terus memperkuat peran kampus sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi berbasis riset dan inovasi.

“Di bawah arahan Bapak Presiden, pemerintah terus bergerak cepat dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional. Dalam semangat tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama seluruh kampus memperkuat peran Perguruan Tinggi sebagai mitra strategis pemerintahan,” ucap Brian.

Sementara itu dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum yang mempertemukan para guru besar, akademisi, peneliti, dan pemimpin perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Kepala Negara menilai bahwa perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam mendorong kemajuan bangsa melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Saya selalu berpendapat bahwa para guru besar adalah orang-orang yang terpintar dari sebuah negara. Jadi, kalau negara mau bangkit, negara mau maju, memang harus dimanfaatkan atau digerakan potensi dan kemampuan dari kampus-kampus, dari universitas,” ucap Presiden.

Presiden Prabowo juga menyampaikan rasa hormat dan kebanggaannya dapat kembali berdialog langsung dengan para pemimpin perguruan tinggi dalam forum nasional tersebut. Kepala Negara menyebut pertemuan ini menjadi kali keempat dirinya bertatap muka dengan para rektor sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

"Hari ini kita bisa hadir pada acara Sarasehan Kebangsaan dengan tema Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia dalam rangka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia. Ini adalah kehormatan yang besar bagi saya untuk bisa bertemu bapak-bapak ibu-ibu sekalian. Saya pernah bertatap muka dengan para rektor dari seluruh Indonesia, dan ini adalah keempat kalinya saya sebagai Presiden Republik Indonesia. Dua kali di Istana Merdeka, satu kali di ITB,” tutur Presiden.

Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming, para menteri kabinet Merah Putih, Jaksa Agung S.T. Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo