Direktur UPTD RSUD PH Gelar Konsultasi Sistem Cath Lab dan Persiapan Tata Kelola RSU di Pekanbaru

Direktur UPTD RSUD PH Gelar Konsultasi Sistem Cath Lab dan Persiapan Tata Kelola RSU di Pekanbaru

Pekanbaru - Direktur Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada, dr. H. Firman Nurdiansah, M.Ked, Sp.THT-KL, M.M., melaksanakan kegiatan konsultasi strategis terkait pengembangan sistem pelayanan kesehatan di wilayahnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan medis bagi masyarakat.

Dalam kunjungannya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada Jumat (10/07), Direktur UPTD RSUD PH didampingi oleh sejumlah pejabat kunci, termasuk Hastia Heria, S.GZ selaku Kepala Bidang Pelayanan Medis, serta Winda Adinda, SH, MH sebagai Kepala Sub Bagian Kepegawaian. Kehadiran tim ini menunjukkan komitmen serius dalam melakukan benchmarking dan pertukaran informasi dengan rumah sakit rujukan regional.

Fokus utama dalam kegiatan konsultasi kali ini adalah pembahasan mendalam mengenai sistem Unit Pelayanan Jantung atau yang lebih dikenal dengan Catheterization Laboratory (Cath Lab). Dr. Firman Nurdiansah menekankan pentingnya penguatan infrastruktur dan sumber daya manusia dalam menangani kasus-kasus kardiovaskular yang semakin kompleks di masyarakat.

Menurut penjelasan Direktur UPTD RSUD PH, pengembangan Cath Lab bukan hanya sekadar penambahan peralatan medis canggih, melainkan juga memerlukan standar operasional prosedur yang ketat dan tenaga medis yang terlatih secara khusus. Ia menyatakan bahwa investasi di bidang kardiologi intervensi merupakan prioritas strategis untuk menekan angka kematian akibat penyakit jantung.

Selain aspek teknis pelayanan jantung, agenda kunjungan ini juga mencakup persiapan tata kelola rumah sakit yang mengacu pada regulasi terbaru. Dr. Firman Nurdiansah secara khusus menyoroti pentingnya penyesuaian manajemen rumah sakit terhadap Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit, yang diharapkan dapat menjadi pedoman baru dalam penyelenggaraan fasilitas kesehatan.

Kepala Bidang Pelayanan Medis, Hastia Heria, S.GZ, menambahkan bahwa adaptasi terhadap peraturan menteri kesehatan tersebut memerlukan sinkronisasi di berbagai lini, mulai dari administrasi hingga klinis. Ia menjelaskan bahwa tim RSUD Puri Husada sedang melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan semua aspek tata kelola memenuhi standar yang ditetapkan dalam regulasi terbaru.

Sementara itu, Winda Adinda, SH, MH dari bagian kepegawaian menegaskan bahwa aspek sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan baru. Ia menjelaskan bahwa persiapan tata kelola rumah sakit juga melibatkan penataan struktur organisasi, kompetensi pegawai, dan sistem remunerasi yang sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab masing-masing unit.

Kegiatan konsultasi di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru ini diharapkan dapat menghasilkan roadmap yang jelas bagi RSUD Puri Husada dalam mengembangkan layanan unggulan dan memperbaiki tata kelola organisasi. dr. Firman Nurdiansah berkomitmen untuk segera menerjemahkan hasil diskusi menjadi aksi nyata demi peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kerjanya.