Pelindo Perbarui Terminologi Korporasi, Wujudkan Komunikasi yang Lebih Selaras dan Efektif

Pelindo Perbarui Terminologi Korporasi, Wujudkan Komunikasi yang Lebih Selaras dan Efektif

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus memperkuat transformasi perusahaan melalui penyelarasan terminologi korporasi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan komunikasi yang lebih jelas, sederhana, dan selaras dengan struktur organisasi perusahaan yang berlaku saat ini.

Transformasi yang dijalankan Pelindo tidak hanya berfokus pada perubahan cara bekerja, tetapi juga mencakup penyempurnaan penggunaan istilah dalam berbagai aktivitas perusahaan. Dengan adanya keseragaman istilah, diharapkan seluruh insan Pelindo memiliki pemahaman yang sama dalam berkomunikasi.

Seiring dengan implementasi transformasi tersebut, sejumlah istilah resmi perusahaan kini mengalami penyesuaian. Misalnya, istilah Pelindo HO kini berubah menjadi Pelindo Kantor Pusat untuk memberikan penyebutan yang lebih mudah dipahami dan konsisten.

Selain itu, istilah Subholding kini resmi diganti menjadi Anak Usaha Level 1. Perubahan ini sekaligus memperjelas posisi masing-masing entitas dalam struktur organisasi Pelindo sehingga lebih mudah dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan.

Penyesuaian juga dilakukan pada penyebutan beberapa entitas usaha. SPTP kini menggunakan nama Pelindo Terminal Petikemas (PTP), SPMT menjadi Pelindo Multi Terminal (PMT), SPJM menjadi Pelindo Jasa Maritim (PJM), serta SPSL menjadi Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL).

Tidak hanya itu, klasifikasi entitas perusahaan juga diperbarui. Istilah Anak Perusahaan non-cluster kini berubah menjadi Anak Usaha Level 1, sedangkan Anak Perusahaan menjadi Anak Usaha Level 2, dan Cucu Perusahaan menjadi Anak Usaha Level 3.

Pelindo mengajak seluruh insan perusahaan untuk menggunakan terminologi terbaru tersebut secara konsisten dalam setiap dokumen, presentasi, publikasi, korespondensi, maupun komunikasi sehari-hari. Konsistensi penggunaan istilah diharapkan mampu memperkuat identitas perusahaan sekaligus meningkatkan efektivitas komunikasi internal maupun eksternal.

Melalui penyelarasan terminologi ini, Pelindo menegaskan bahwa transformasi perusahaan dimulai dari kesamaan pemahaman dan penggunaan bahasa yang sama. Dengan komunikasi yang seragam, diharapkan kolaborasi antarunit kerja semakin solid sehingga mampu mendukung terwujudnya Pelindo yang lebih profesional, adaptif, dan berdaya saing.