Mengembalikan Benteng Hijau Pesisir, Kapolsek Iptu Iwan Saputra Tegaskan Mangrove sebagai Kunci Mitigasi Bencana di Indragiri Hilir

Mengembalikan  Benteng Hijau Pesisir, Kapolsek Iptu Iwan Saputra Tegaskan Mangrove sebagai Kunci Mitigasi Bencana di Indragiri Hilir

Pelangiran, – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Pelangiran bersama berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait melaksanakan kegiatan penanaman pohon mangrove di perairan Sungai Kateman, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran selasa (28/07) 

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa pagi ini menjadi wujud nyata komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan mengembalikan fungsi ekologis hutan bakau yang kian vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting yang mewakili unsur pemerintahan, keamanan, serta sektor swasta. Tercatat hadir Camat Pelangiran yang diwakili oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Ahmad Adi Putra, Kapolsek Pelangiran IPTU Iwan Saputra, SH., M.H., serta perwakilan dari Komando Rayon Militer (Danramil) 10 Pelangiran melalui Serka Sugianto. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan sinergitas kuat antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam mendukung program rehabilitasi lingkungan.

Selain unsur pemerintahan dan keamanan, kegiatan ini juga melibatkan peran aktif sektor swasta dan kepemimpinan desa. Management PT Bhumireksa Nusa Sejati turut berpartisipasi melalui perwakilan Askep TBF Sdr. Jumri, sementara Kepala Desa Rotan Semelur, Sdr. Nusariadi, S.Pd., M.Pd., hadir langsung bersama tokoh masyarakat setempat. Partisipasi Personil Polsek Pelangiran juga terlihat aktif dalam proses penanaman, memberikan contoh langsung kepada masyarakat akan pentingnya aksi nyata dalam pelestarian alam.

Lokasi penanaman difokuskan di daerah sempadan sungai Kateman, Desa Rotan Semelur, yang merupakan area strategis bagi ekosistem pesisir di Kecamatan Pelangiran. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kebutuhan mendesak untuk memperkuat daya tahan tanah terhadap abrasi serta menyediakan habitat alami bagi biota laut. Penanaman di area sempadan sungai juga bertujuan untuk menyaring polutan sebelum masuk ke aliran utama, sehingga kualitas air tetap terjaga bagi kebutuhan masyarakat sekitar.

Menyoroti aspek rehabilitasi ekosistem, Kapolsek Pelangiran IPTU Iwan Saputra, SH., M.H., menekankan bahwa penanaman mangrove bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan langkah krusial dalam pemulihan keseimbangan alam. "Mangrove adalah benteng alami kita. Dengan menanam kembali pohon-pohon ini, kita tidak hanya menyelamatkan garis pantai dari erosi, tetapi juga mengembalikan rumah bagi ikan-ikan kecil dan kepiting yang menjadi sumber mata pencaharian warga," ujar Iwan Saputra di sela-sela kegiatan.

Iptu Iwan Saputra lebih lanjut menjelaskan bahwa rehabilitasi ekosistem mangrove memiliki dampak jangka panjang terhadap mitigasi bencana alam. Akar mangrove yang kompleks mampu memecah ombak dan menahan sedimentasi, sehingga mengurangi risiko banjir rob di wilayah pesisir Indragiri Hilir. Menurutnya, keterlibatan semua pihak, mulai dari aparat hingga perusahaan swasta, adalah kunci keberhasilan dalam memastikan tingkat kelangsungan hidup bibit mangrove yang ditanam hari ini.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut berjalan dengan lancar dan tertib hingga selesai pada pukul 09.30 WIB. Selama proses penanaman berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban di lokasi kegiatan terpantau kondusif dan terkendali. Antusiasme peserta terlihat tinggi saat mereka secara bergantian menanam bibit mangrove ke dalam lumpur di tepian sungai, disertai dengan edukasi singkat mengenai cara perawatan bibit agar dapat tumbuh optimal.

acara peringatan Hari Mangrove Sedunia di Pelangiran ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan kesadaran lingkungan bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan kolaborasi antara Polsek Pelangiran, pemerintah desa, TNI, perusahaan, dan tokoh masyarakat, harapan besar tertuju pada terbentuknya ekosistem mangrove yang lestari. Langkah kecil berupa penanaman bibit hari ini diyakini akan tumbuh menjadi hutan bakau yang rimbun, memberikan manfaat ekologis dan ekonomis bagi generasi mendatang di Kabupaten Indragiri Hilir.