Tiba di Desa Danai Inhil, BBKSDA Riau Langsung Pantau Harimau dengan Drone dan Kamera Trap

Tiba di Desa Danai Inhil, BBKSDA Riau Langsung Pantau Harimau dengan Drone dan Kamera Trap


Logo 

Inhil - Sebanyak enam personil dari Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sudah turun ke Desa Danai Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). 

Bersama aparatur desa setempat, tim BBKSDA Riau dimpimpin Bambang Santoso sudah memasang kamera trap di Dusun Bukit.  Di kawasan ini selain dipenuhi semak belukar, juga bekas perkebunan kelapa warga yang sudah tidak produktif lagi. Sementara jarak Dusun Bukit ke Desa Danai berjarak lebih kurang empat kilo meter. 

"Sudah dipasang kamera tadi di Dusun Bukit," kata Kepala Desa (Kades) Danai, Halim, Rabu (28/7/26). 

Selain memasang kamera trap pada pukul 15.00 WIB, tim BBKSDA Riau juga sempat memantau aktifitas sekitaran Dusun Bukit menggunakan drone. Namun, tidak ada tanda-tanda adanya pergerakan hewan buas tersebut. 


 

Ada pun alasan pemasangan kamera trap di dusun ini lanjut Kades Danai, karena ada ditemukan bekas tapak si belang. Bahkan, menurutnya hari ini sekitat pukul 13.00 WIB warga sempat melihat sosok hewan dengan nama latin panthera tigris tersebut. 

"Tadi ada warga melihat harimau di Dusun Bukit, satu ekor. Tapi kalau melihat jejaknya diperkirkan ada dua ekor. Karena dari bekas tapak harimau itu ada yang besar ada juga yang kecil," papar Halim. 

Karena hari sudah sore, tim dari BBKSDA juga baru sampai di desa ini dari Pekanbaru, aparatur desa pun menyarankan agar beristirahat dulu. Besok pagi aktifitas pemantauan akan kembali dilanjutkan termasuk mengecek kamera trap yang sudah dipasang. 

"Besok pagi kita lanjutkan lagi," ungkap Kades. 

Sebagai informasi tambahan, teror kemunculan harimau di Desa Danai ini sudah berlangsung sejak lima hari lalu. Warga umumnya berkebun tak hanya ketakutan beraktifitas, ternak sapi peliharaan warga juga sudah ada dimangsa. 

Dinas Pendidikan Inhil bahkan sudah mengeluarkan kebijakan meminta kegiatan proses belajar mengajar sekolah dilakukan secara darring, untuk menghindari hal-hal tak dinginkan. 

"Mudah-mudahan persoalan ini bisa cepat ditangani oleh BBKSDA. Karena sekarang ini orang-orang takut berkebun. Anak-anak  ke sekolah," harap Kades.