Pekanbaru - Dominasi MAN 1 Pekanbaru dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) kembali berlanjut. Tujuh murid MAN 1 Pekanbaru berhasil menembus OSN Nasional 2026, menjadikannya sebagai madrasah dengan jumlah peserta OSN Nasional terbanyak di Provinsi Riau sekaligus salah satu sekolah dengan sebaran bidang lomba paling beragam.
Tujuh nama itu kini bersiap melangkah ke panggung nasional yang akan digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Malang, Jawa Timur. Mereka datang dari enam bidang berbeda: Astronomi, Ekonomi, Fisika, Geografi, Informatika, dan Matematika.
Ketujuh murid MAN 1 Pekanbaru yang akan mewakili Riau adalah Nabil Arkan Nafis (XI) bidang Astronomi; Bramazani Muhammad Mulya Arrozaq (XII) bidang Ekonomi; Mutia Kurnia Sari (XII) dan Naura Jasmine (XII) bidang Fisika; Abiyyu Hadziq Alhafizh (XII) bidang Geografi; Afiq Khazindar Raiyan (XII) bidang Informatika; serta Abinaya Fachri Hartoko (XII) bidang Matematika.
Di tengah persaingan ketat antarsekolah dan madrasah di Riau, MAN 1 Pekanbaru tampil sebagai institusi yang paling banyak mengirimkan wakil ke tingkat nasional. Tidak hanya unggul secara kuantitas, keberhasilan ini juga menunjukkan luasnya spektrum pembinaan olimpiade yang dimiliki madrasah tersebut.
Kepala MAN 1 Pekanbaru, Hj. Norerlinda, menyebut keberhasilan ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh ekosistem madrasah.
“Alhamdulillah, tujuh anak kita berhasil lolos ke OSN Nasional. Ini bukan hanya prestasi para murid, tetapi juga buah dari kerja keras guru pembina, program pembinaan olimpiade yang berkelanjutan, dukungan orang tua, dan doa seluruh keluarga besar madrasah. Rekor ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan,” ujar Hj. Norerlinda.
Menurutnya, capaian tersebut jangan berhenti sebagai sebuah rekor. Justru angka tujuh harus menjadi pemantik untuk melahirkan lebih banyak prestasi pada masa mendatang.
“Kami ingin prestasi menjadi tradisi, bukan sekadar perayaan sesaat. Anak-anak harus terus didorong untuk berani bermimpi lebih tinggi dan membawa nama MAN 1 Pekanbaru hingga ke tingkat internasional,” tambahnya.
Ketua Program Unggulan MAN 1 Pekanbaru, Khairul Munir, menilai keberhasilan tujuh peserta menembus OSN Nasional merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten.
“Tidak ada prestasi yang lahir secara tiba-tiba. Anak-anak ini melewati proses yang panjang, mulai dari pemetaan kemampuan, pembinaan, latihan soal yang dijalani dengan disiplin dan kesungguhan,” kata Khairul Munir.
Sementara itu, Koordinator Program Olimpiade, Afriana Yori, mengatakan keberhasilan tahun ini menjadi catatan penting dalam perjalanan pembinaan olimpiade MAN 1 Pekanbaru.
Ia menambahkan, para peserta akan terus mendapatkan pendampingan agar mampu memaksimalkan potensi masing-masing.
Salah satu peserta yang akan membawa nama MAN 1 Pekanbaru ke OSN Nasional adalah Abiyyu Hadziq Alhafizh, bidang Geografi.
Bagi Abiyyu, kelolosan ke tingkat nasional menjadi pengalaman yang sekaligus membahagiakan dan menantang.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa lolos ke OSN Nasional. Ini tentu tidak lepas dari dukungan orang tua, guru, pembina, dan teman-teman. Setelah ini saya ingin lebih fokus mempersiapkan diri dan belajar lebih banyak agar bisa memberikan hasil terbaik untuk MAN 1 Pekanbaru dan Riau,” ujar Abiyyu.
Kini, tujuh murid itu bersiap menuju Malang. Mereka membawa bekal ilmu, latihan, dan pengalaman. Namun ada satu hal yang tak kalah penting: doa dari seluruh keluarga besar MAN 1 Pekanbaru.
Tujuh murid. Enam bidang. Satu rekor. Satu tekad.
MAN 1 Pekanbaru - Jadikan Prestasi Sebagai Tradisi.