Di Sela Padamkan Karhutlah, Kapolsek Pelangiran Edukasi Jamaah Masjid Al Mujahidin Soal Bahaya Membakar Lahan

Di Sela Padamkan Karhutlah, Kapolsek Pelangiran Edukasi Jamaah Masjid Al Mujahidin Soal Bahaya Membakar Lahan

Pelangiran – Di tengah intensitas upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus digencarkan, Kapolsek Pelangiran IPTU Iwan Saputra, S.H., M.H. menyempatkan diri untuk hadir dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kehadiran orang nomor satu di Polsek Pelangiran ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan membawa misi penting berupa edukasi dan himbauan preventif kepada masyarakat agar tidak terprovokasi membuka lahan dengan cara membakar.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (02/09/2026) sekira pukul 10.30 WIB ini bertempat di Masjid Al Mujahidin, Parit Teluk Inai/Panglor, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir. Kapolsek datang bersama Ps Kanit Intelikam Polsek Pelangiran Bripka Pebriansyah, S.H., serta Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjung Simpang, Sdr. Asmadi, untuk bersinergi menyampaikan pesan kamtibmas di tengah jamaah yang berkumpul.

Dalam sambutannya, IPTU Iwan Saputra menekankan bahwa momen religius seperti Maulid Nabi harus dimaknai sebagai momentum menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Ia menjelaskan bahwa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi kebersihan dan pelestarian bumi, sehingga tindakan merusak lingkungan melalui pembakaran lahan merupakan perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan hukum negara yang berlaku.

Polsek Pelangiran secara tegas menyampaikan larangan keras terhadap segala bentuk pembukaan dan pengolahan lahan dengan cara membakar. Kapolsek mengingatkan bahwa asap dari karhutla tidak hanya merusak ekosistem gambut yang rentan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat luas, sehingga setiap warga diharapkan menjadi agen perubahan dengan menolak praktik-praktik tradisional yang berbahaya tersebut.

Selain larangan membakar, Kapolsek juga memberikan imbauan spesifik terkait kebiasaan sehari-hari yang sering luput dari perhatian. Masyarakat dihimbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area tanah gambut, saat sedang beraktivitas di lahan perkebunan maupun saat mencari ikan. Kelalaian kecil seperti ini berpotensi memicu titik api baru yang sulit dikendalikan jika terjadi di musim kemarau.

Menyikapi potensi dampak kesehatan akibat kabut asap, Kapolsek juga memberikan arahan praktis kepada jamaah. Apabila terjadi pencemaran udara atau penurunan kualitas udara akibat karhutla, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk melindungi saluran pernapasan dari partikel berbahaya.

Kehadiran Kapolsek di tengah acara keagamaan ini disambut baik oleh masyarakat dan perangkat desa. Kolaborasi antara unsur kepolisian dan tokoh masyarakat seperti Ketua BPD dinilai efektif dalam menembus lapisan sosial untuk menyampaikan pesan-pesan kritis. Situasi selama kegiatan berlangsung terpantau aman dan terkendali, dengan antusiasme jamaah yang mendengarkan penjelasan kapolsek dengan seksama.

Melalui giat "Halo-Halo" atau announcer Karhutla di masjid ini, Polres Indragiri Hilir melalui Polsek Pelangiran berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat. Upaya pre-emtif dan preventif ini menjadi bukti komitmen Polri dalam menerapkan strategi Polri Presisi, yaitu melayani dengan hati, menegakkan hukum dengan adil, dan melindungi masyarakat dengan profesionalisme tinggi demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan kondusif.