Komitmen Nyata Direktur RSUD PH, Hadirkan Inovasi Poli Stunting untuk Atasi Masalah Gizi di Inhil

Komitmen Nyata Direktur RSUD PH, Hadirkan Inovasi Poli Stunting untuk Atasi Masalah Gizi di Inhil

Tembilahan – Indragiri Hilir, 7 September 2026 – Suasana kehangatan dan semangat kolaborasi mewarnai pertemuan antara jajaran pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan delegasi dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Plh Bupati Inhil, Yuliantini, didampingi oleh Direktur UPTD RSUD Puri Husada (PH), dr. H. Firman Nurdiansah, M.Ked, Sp.THT-KL, M.M., menyambut kedatangan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Katamso Syafei Ahmad, beserta istri di Kediaman Dinas Wakil Bupati Inhil pada Senin pagi. Kunjungan ini bukan sekadar protokol kenegaraan, melainkan sebuah langkah strategis untuk mempererat silaturahmi antar-daerah tetangga yang memiliki kemiripan ekologis dan psikologis.

Dalam diskusi yang berlangsung intensif, fokus utama pembicaraan tertuju pada penanganan stunting, yang telah ditetapkan sebagai program prioritas nasional. Kedua pimpinan daerah menyadari bahwa stunting adalah masalah bersama yang memerlukan pendekatan komprehensif dan berkelanjutan. Melalui momen bertukar pikiran ini, mereka berupaya menggali berbagai ide dan solusi inovatif untuk mengatasi persoalan masyarakat, khususnya terkait kesehatan dan tumbuh kembang anak di wilayah masing-masing.

Plh Bupati Inhil, Yuliantini, menekankan pentingnya pembelajaran lintas daerah dalam upaya penurunan angka stunting. Ia menyatakan bahwa dengan saling berbagi pengalaman lapangan, Kabupaten Inhil dapat mengadopsi langkah-langkah strategis yang telah terbukti efektif di daerah lain. "Target kita bukan sekadar menurunkan persentase angka, tetapi benar-benar memastikan anak-anak di Inhil tumbuh dengan sehat, cerdas, dan bebas dari ancaman stunting," ujar Yuliantini dengan tegas, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani isu kritis ini.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Katamso Syafei Ahmad, mengungkapkan apresiasi atas keterbukaan Inhil dalam berkolaborasi. Ia menyebutkan bahwa kedua daerah dapat saling mengisi kekurangan dan kelebihan dalam program penanganan stunting. "Ada program yang telah dilaksanakan Kabupaten Inhil akan kami tindak lanjuti, begitupula sebaliknya, kebijakan yang berhasil kami lakukan dapat diterapkan di Inhil," jelasnya, menandakan adanya komitmen kuat untuk sinergi kebijakan demi kesejahteraan masyarakat.

Di tengah diskusi tingkat pimpinan daerah tersebut, kehadiran Direktur UPTD RSUD PH, dr. H. Firman Nurdiansah, memberikan dimensi teknis dan medis yang krusial. Sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di kabupaten, RSUD Puri Husada memegang peran vital dalam implementasi program penurunan stunting. Kehadiran dr. Firman dalam pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor kesehatan siap mendukung penuh arahan politik dan kebijakan yang digagas oleh kepala daerah melalui inovasi-inovasi pelayanan yang konkret.

Komitmen nyata dari Direktorat RSUD Puri Husada diwujudkan melalui peluncuran dan penguatan inovasi "Poli Stunting". Dr. H. Firman Nurdiansah menjelaskan bahwa Poli Stunting dirancang bukan hanya sebagai tempat pemeriksaan rutin, tetapi sebagai pusat intervensi dini yang terintegrasi. Inovasi ini memungkinkan deteksi risiko stunting sejak masa kehamilan hingga balita, dengan melibatkan multidisiplin ilmu termasuk gizi, pediatri, dan kesehatan ibu anak, sehingga penanganan dapat dilakukan secara holistik dan preventif.

Lebih lanjut, dr. Firman memaparkan bahwa Poli Stunting di RSUD Puri Husada akan berfungsi sebagai model percontohan bagi fasilitas kesehatan lainnya di Inhil. Dengan dukungan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah serta koordinasi dengan Dinas Kesehatan, poli ini akan menerapkan protokol standar berbasis bukti terkini. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, mempercepat respons terhadap kasus gizi buruk, dan memberikan edukasi yang lebih efektif kepada orang tua mengenai pentingnya nutrisi dan pengasuhan anak.

Pertemuan yang juga dihadiri oleh Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta pihak terkait lainnya ini ditutup dengan kesepakatan untuk terus menjaga komunikasi dan evaluasi berkala. Kolaborasi antara Pemkab Inhil, Pemkab Tanjung Jabung Barat, dan inovasi medis dari RSUD Puri Husada diharapkan menjadi pilar kuat dalam mewujudkan generasi Inhil yang bebas stunting, sehat, dan cerdas, sesuai dengan cita-cita bersama seluruh pemangku kepentingan di daerah tersebut.