Babinsa Pulau Burung Gencarkan Himbauan Persuasif Cegah Karhutla di Musim Kemarau

Babinsa Pulau Burung Gencarkan Himbauan Persuasif Cegah Karhutla di Musim Kemarau

Pulau Burung– Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi saat musim kemarau, Babinsa Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, aktif melakukan pendekatan kepada masyarakat. Serda Hendra Kardi G, selaku personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 11/PBR Kodim 0314/Inhil, memimpin langsung kegiatan komunikasi sosial (komsos) dengan warga setempat pada Selasa, 8 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian integral dari strategi pencegahan dini melalui edukasi dan dialog langsung dengan elemen masyarakat.

Fokus utama dari kegiatan komsos tersebut adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Mengingat kondisi cuaca yang cenderung kering selama musim kemarau, risiko penyebaran api dapat terjadi dengan sangat cepat dan sulit dikendalikan. Babinsa menekankan bahwa tindakan pembakaran lahan, meskipun sering dianggap sebagai cara praktis oleh sebagian petani, justru membawa dampak negatif jangka panjang bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Dalam interaksinya dengan warga, Serda Hendra Kardi G menggunakan pendekatan persuasif yang humanis dan tidak menggurui. Ia menjelaskan secara rinci bagaimana asap dari pembakaran lahan dapat mengganggu pernapasan, mengurangi visibilitas di jalan raya, serta merusak ekosistem tanah yang sebenarnya bisa dijaga kesuburannya dengan metode organik. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena menyentuh kesadaran pribadi warga untuk turut serta menjaga kelestarian alam demi kepentingan bersama, bukan sekadar takut terhadap sanksi hukum.

Para petani menjadi sasaran utama dalam sosialisasi ini mengingat peran mereka yang langsung bersentuhan dengan pengelolaan lahan pertanian. Babinsa mengajak para petani untuk beralih ke metode pengolahan lahan yang lebih ramah lingkungan, seperti pemanfaatan pupuk kompos atau teknik tebang pilih tanpa bakar. Dengan memberikan alternatif solusi yang praktis dan menguntungkan, diharapkan para petani tidak lagi bergantung pada praktik pembakaran yang berisiko tinggi memicu bencana karhutla.

Selain kepada petani, himbauan juga ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat Desa Pulau Burung terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Warga diingatkan untuk tidak membuang sisa sampah dengan cara dibakar sembarangan, terutama di area yang dekat dengan vegetasi kering. Babinsa mengedukasi warga tentang pentingnya memilah sampah dan mengelola limbah domestik dengan cara yang aman, sehingga potensi titik api akibat kelalaian manusia dapat diminimalisir sejak dini.

Kegiatan komsos yang dilaksanakan berlangsung dengan lancar dan aman, menciptakan suasana dialog yang terbuka dan konstruktif. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan positif yang disampaikan selama sesi diskusi berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Pulau Burung memiliki kesadaran yang cukup tinggi terhadap isu lingkungan, namun membutuhkan pendampingan dan pengingat rutin dari aparat kewilayahan seperti Babinsa untuk mempertahankan konsistensi perilaku peduli lingkungan.

Melalui kegiatan ini, terjalin hubungan silaturahmi yang semakin erat antara Babinsa dengan masyarakat Desa Pulau Burung. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah warga tidak hanya berfungsi sebagai pengawas keamanan, tetapi juga sebagai mitra yang siap membantu menyelesaikan permasalahan sosial dan lingkungan. Kepercayaan yang dibangun melalui interaksi rutin seperti ini menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan ketahanan wilayah terhadap berbagai ancaman, termasuk bencana karhutla.

Komitmen Kodim 0314/Inhil melalui Koramil 11/PBR dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah binaannya terus diperkuat melalui aksi nyata di tingkat desa. Keberhasilan kegiatan pencegahan karhutla di Desa Pulau Burung ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Indragiri Hilir. Dengan kolaborasi yang solid antara aparat militer, pemerintah desa, dan masyarakat, harapan besar tertuju pada terciptanya wilayah yang bebas dari asap dan kebakaran lahan di masa mendatang.