Progres Program M4CR Capai 3.361 Hektare, 11,5 Juta Bibit Tertanam di 5 Kabupaten

Progres Program M4CR Capai 3.361 Hektare, 11,5 Juta Bibit Tertanam di 5 Kabupaten

PEKANBARU - Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Provinsi Riau menunjukkan capaian signifikan. Dengan satu tujuan pesisir Riau yang tangguh, program kolaborasi Kementerian Kehutanan ini telah berhasil merehabilitasi ribuan hektare mangrove di wilayah pesisir Riau.

PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi menyebutkan, hingga 2027 mendatang, program ini menargetkan sebanyak 4.000 hektare lahan di lima kabupaten dapat ditanami mangrove.

"Untuk provinsi Riau, terdapat lima daerah yang menjadi locus, diantaranya Kabupaten Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Pelalawan dan Rokan Hilir. Dan hingga saat ini sudah ditanami sebanyak 3.321 hektare atau setara dengan 87 persen," katanya.

Untuk mencapai luasan tersebut, dikatakannya, sebanyak 11,5 juta bibit jenis lokal Rhizophora sp dan Avicennia sp telah ditanam. Bibit tersebut berasal dari persemaian kelompok masyarakat dan mitra sesuai hasil survei biofisik.

"Secara rinci, kebutuhan bibit penanaman (P0) dari tahun 2024 hingga 2026 adalah 11.531.800 batang. Dengan rincian, tahun 2024 seluas 1.683 ha dengan 5.321.800 bibit, tahun 2025 seluas 1.441 ha dengan 4.895.000 bibit, dan tahun 2026 seluas 237 ha dengan 1.325.000 bibit," katanya.

Selain penanaman baru, program ini juga melakukan pemeliharaan (P1) seluas 2.426 hektare oleh 103 kelompok. Sebanyak 4.382 warga terlibat langsung dalam penanaman, dengan 1.415 diantaranya adalah perempuan, dan 238.533 Hari Orang Kerja (HOK) tersalurkan untuk kegiatan P0 dan P1.

Dikatakan Arif, capaian tersebut terbagi dalam enam topik utama, yaitu rehabilitasi mangrove, pengembangan usaha pesisir, peningkatan kapasitas Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove (SLRM) dan Sekolah Lapang Livelihood (SLL), kebijakan tapak, serta kolaborasi mitra.

"Tidak hanya ekologis, M4CR juga memberikan dampak ekonomi nyata. Untuk pengembangan usaha pesisir, telah tersalurkan hibah usaha senilai Rp5,71 Miliar kepada 43 kelompok masyarakat," ungkapnya.

Sementara untuk peningkatan kapasitas, Arif menyebutkan tercatat 1.732 warga mengikuti Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove (SLRM) dan 525 peserta mengikuti Sekolah Lapang Livelihood (SLL) dengan 16 jenis usaha.

"Dari sisi kebijakan, sebanyak 70 desa telah ditetapkan sebagai Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM)," katanya.

Untuk diketahui, Program M4CR sendiri merupakan program Kementerian Kehutanan RI yang berjalan dari 2024 hingga 2027 di empat provinsi, yaitu Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Untuk sebaran penanaman di Provinsi Riau, pada tahun 2024 difokuskan di Kabupaten Indragiri Hilir, dengan yang terbesar di Kecamatan Kuala Indragiri 711 ha, Tanah Merah 509 ha, dan Reteh 153 ha. Pada tahun 2025, penanaman meluas ke lima kabupaten lokus, yakni Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti,