Si Jago Merah Mengamuk di Tembilahan Hilir,Dua Rumah Semi Permanen Ludes Terbakar

Si Jago Merah Mengamuk di Tembilahan Hilir,Dua Rumah Semi Permanen Ludes Terbakar

Sebuah musibah kebakaran kembali mencuri perhatian warga Tembilahan dan sekitarnya pada akhir pekan ini. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada hari Jum'at, 30 Oktober 2026, sekira pukul 20.00 WIB, di kawasan padat penduduk Jalan Prof. M. Yamin, SH, Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Dua unit rumah berkonstruksi semi permanen dilaporkan hangus tanpa sisa akibat amukan si jago merah yang bergerak dengan sangat cepat di tengah malam yang tenang.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, rumah yang menjadi korban amukan api diketahui merupakan milik dua orang warga setempat. Identitas para korban masing-masing adalah Sdr. Satar (49 tahun), seorang wiraswasta beragama Islam suku Banjar yang beralamat di Jalan Karya Bersama Parit 16, Kelurahan Sungai Beringin, serta Sdr. Isay (50 tahun) yang juga berprofesi sebagai wiraswasta dengan alamat domisili yang sama. Kehilangan tempat tinggal secara mendadak ini tentu menjadi pukulan berat bagi kedua kepala keluarga tersebut beserta anggota keluarganya.

Kronologis kejadian bermula sekitar pukul 20.00 WIB ketika para saksi mata di sekitar lokasi melihat kemunculan kobaran api yang mendadak membesar. Api tersebut terpantau pertama kali berasal dari bagian dalam rumah milik Sdr. Satar. Pada saat detik-detik awal kejadian yang menegangkan itu, diketahui bahwa orang tua Sdr. Satar sedang berada di dalam rumah untuk beristirahat. Saksi mata yang melihat situasi darurat tersebut langsung bertindak cepat dengan berteriak dan memberitahukan insiden kebakaran ini kepada warga sekitar agar segera mendapatkan pertolongan.

Warga setempat yang mendengar teriakan panik langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian untuk memberikan bantuan. Dengan berbekal peralatan seadanya, warga berupaya sekuat tenaga untuk menjinakkan api agar tidak merembet lebih luas. Namun, material bangunan rumah yang semi permanen serta hembusan angin membuat api dengan sangat cepat membesar dan menjilat unit rumah di sebelahnya. Di tengah kepanikan dan berjibaku dengan asap tebal, warga juga segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Tembilahan guna meminta bantuan armada pemadam yang lebih memadai.

Menanggapi laporan darurat tersebut, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidy Ismail, langsung bergerak cepat mengerahkan kekuatan penuh ke lokasi kejadian. Pihaknya menerjunkan empat unit armada mobil pemadam kebakaran untuk menaklukkan amukan api di kawasan padat tersebut. "Begitu menerima laporan warga, personel kami langsung bergerak menuju titik lokasi dengan mengerahkan empat unit mobil Damkar guna melakukan penanggulangan secara maksimal agar api tidak meluas ke bangunan warga lainnya," ungkap Junaidy Ismail memberikan keterangan terkait respons cepat timnya di lapangan.

Upaya pemadaman ini juga didukung penuh oleh berbagai elemen masyarakat dan organisasi sosial yang sigap membantu meringankan beban di lapangan. Tercatat pihak Pemecah Suara Masyarakat Tembilahan Indonesia (PSMTI) mengerahkan empat unit kendaraan roda tiga jenis Viar, serta komunitas Padupai yang turut mengerahkan dua unit kendaraan Viar untuk mempercepat suplai air dan akses ke titik api. Berkat sinergi yang solid antara warga, tim DPKP Inhil, serta relawan, api yang sempat mengamuk hebat akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 21.00 WIB, untuk kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan pada pukul 21.10 WIB.

Kehadiran aparat keamanan di tengah musibah ini juga terlihat sangat menonjol dalam mengamankan lokasi dan membantu mengatur ketertiban warga yang berkerumun. Babinsa setempat, Serda Ronal Manalu, langsung turun ke lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi sekaligus memberikan rasa aman kepada warga sekitar. "Kami bersama unsur TNI, Polri, dan masyarakat bahu-membahu mengamankan lokasi serta memastikan proses pemadaman berjalan lancar tanpa ada hambatan dari kerumunan warga, sekaligus bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam musibah ini," tutur Serda Ronal Manalu saat ditemui di lokasi kejadian.

Hingga saat ini, penyebab pasti dari timbulnya musibah kebakaran tersebut masih belum diketahui secara pasti dan tengah berada dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak Polres Indragiri Hilir. Aparat kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari para saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap pemicu awal api. Akibat dari peristiwa nahas ini, total kerugian materil yang dialami oleh para korban ditaksir mencapai angka sekitar Rp150.000.000, sementara puji syukur dipanjatkan karena dipastikan tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut.