CONCONG — Komitmen pemerataan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terus menyentuh pelosok pesisir. Melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)—yang kini populer dengan sebutan Program Bedah Rumah—Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengalokasikan bantuan rehab untuk 20 unit rumah di wilayah Kecamatan Concong.
Foto : Sesudah di Rehab
Dari total kuota tersebut, alokasi dibagi secara merata di dua titik strategis, yakni 10 unit di Kelurahan Concong Luar dan 10 unit di Desa Panglima Raja. Program stimulan ini dirancang untuk mendongkrak ketahanan fisik bangunan masyarakat pesisir agar bertransformasi menjadi hunian yang sehat, aman, dan nyaman.
Camat Concong melalui Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Concong, Hariadi, SE, M.Si, mengungkapkan rasa syukurnya atas terealisasinya usulan bantuan bedah rumah tersebut secara penuh untuk masyarakat di wilayahnya.
"Alhamdulillah, dari 20 unit rumah yang awalnya kami usulkan, semuanya disetujui dan terealisasi tanpa terkendala. Progres saat ini untuk desa Panglima Raja sdh mencapai 50% sedangkan untuk Kelurahan Concong Luar sudah mencapai 90%. Program BSPS ini menjadi angin segar serta bukti nyata kehadiran pemerintah pusat hingga ke wilayah pesisir," ujar Hariadi saat memberikan keterangan.
Hariadi menegaskan bahwa capaian ini bukan akhir dari langkah pemerintah kecamatan, melainkan untuk terus memperjuangkan hak hunian layak bagi warga lainnya yang belum terakomodasi.

Foto : Sebelum Rumah Hunian di Rehab
"Tentu perjuangan kami tidak berhenti sampai di sini. Pemerintah Kecamatan Concong akan terus berusaha secara maksimal untuk kembali mendata dan mengusulkan rumah-rumah masyarakat lainnya yang masih masuk kategori tidak layak huni agar bisa mendapatkan bantuan serupa pada tahap berikutnya,, untuk usulan 2027 telah kita usulkan kembali sejumlah 178 unit rumah dan kemungkinan akan bertambah lagi" tegasnya.
Senada dengan hal itu, Lurah Concong Luar, Muhlis, SE, menyambut positif realisasi 10 unit perbaikan di wilayahnya. Menurutnya, pemugaran rumah swadaya ini tidak sekadar memperkuat konstruksi fisik rumah panggung warga, melainkan juga menaikkan standar sanitasi dasar lingkungan pemukiman pasang surut.
"Di Concong Luar, karakteristik hunian mayoritas berada di atas pasang surut air laut. Kerusakan material akibat salinitas tinggi sering kali memberatkan warga berpenghasilan rendah untuk memperbaikinya secara mandiri. Bantuan stimulan Kementerian PKP ini memicu gotong royong warga untuk bersama-sama mewujudkan rumah yang jauh lebih sehat dan aman dari ancaman cuaca ekstrem," jelas Muhlis.
Foto : Sebelum di Rehab
Melalui skema swadaya, penerima manfaat bertindak sebagai motor penggerak utama dalam perbaikan tempat tinggalnya sendiri. Sinergi antara Kementerian PKP, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif warga Concong ini diharapkan mampu memutus rantai kawasan kumuh pesisir sekaligus mendongkrak kualitas hidup masyarakat secara berkesinambungan.