Inflasi Indonesia Capai 3,23 Persen, Pemerintah Sebut Sesuai Target

Inflasi Indonesia Capai 3,23 Persen, Pemerintah Sebut Sesuai Target
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 3 November 2026

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 3 November 2026. Rapat tersebut membahas dinamika perekonomian nasional, mencakup pengawasan inflasi, kinerja sektor manufaktur, aliran modal asing, hingga pengelolaan APBN menjelang penutupan tahun anggaran.

Perkembangan ekonomi domestik dilaporkan tetap berada pada jalur pertumbuhan positif berdasarkan indikator makro utama. Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Kementerian Keuangan usai mengikuti pembahasan bersama Presiden.

“Kita tadi menyampaikan kepada Bapak Presiden mengenai perkembangan ekonomi terkini. Kemarin kan keluar data rilis dari BPS mengenai inflasi 3,23 persen itu di dalam range yang memang menjadi sasaran target dari inflasi Indonesia. Jadi ini on track inflasinya,” ujar Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Pemerintah menetapkan sasaran inflasi nasional pada kisaran 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen. Capaian angka inflasi sebesar 3,23 persen dinilai masih berada dalam rentang kendali target pengendalian harga pasar.

“1,5 persen sampai dengan 3,5 persen angka inflasi kita kemarin 3,2 persen artinya itu di dalam range yang memang kita bayangkan sejak kita melakukan estimasi atas perekonomian Indonesia itu yang kita sebut dengan on track,” ungkap Suahasil Nazara.

Selain sektor harga, indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia mencatatkan kenaikan dari posisi 52 menjadi 54 pada Oktober 2026. Peningkatan indeks ini menandai adanya ekspansi aktivitas produksi dan kesiapan pelaku usaha menghadapi kenaikan permintaan pasar.

“Jadi meningkat, ini menunjukkan bahwa para pengusaha kita membayangkan bahwa akan ada peningkatan permintaan karena itu pengusaha mulai siap-siap untuk meningkatkan produksi dengan membeli input lebih banyak,” jelas Suahasil Nazara.

Arus modal asing dipastikan masih mengalir masuk ke pasar keuangan domestik melalui instrumen Surat Berharga Negara dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia. Sementara itu, realisasi pendapatan serta belanja APBN hingga akhir Oktober 2026 dilaporkan masih berjalan sesuai dengan rencana strategis.

“Kemudian saya juga tadi sempat melaporkan APBN untuk tutup bulan Oktober dimana semuanya on track untuk pendapatan dan belanja. Dan kira-kira untuk pendapatan negara kami harus mengumpulkan lagi November-Desember ini sekitar 600 triliun lebih dan untuk belanja negara masih sekitar 990 triliun akan dibelanjakan,” kata Suahasil Nazara.

Presiden Prabowo menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga untuk mempertahankan efisiensi serta akuntabilitas penggunaan anggaran pada sisa tahun berjalan. Percepatan penyerapan anggaran diizinkan selama mengacu pada prinsip tata kelola yang baik dan pencapaian target kerja yang telah ditetapkan.

“Dua bulan terakhir seperti biasa namanya operasi APBN itu kalau di akhir tahun biasanya itu ngegas lebih cepat, lebih besar itu silahkan tetapi harus tetap efisien. Harus tetap dalam tata kelola yang baik dan tentu harus dilakukan sesuai dengan target output yang dicanangkan ketika meminta anggaran tersebut,” tegas Suahasil Nazara.