Tembilahan – Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Industri, Trio Beni, memberikan tanggapan terkait lonjakan harga ayam potong dan daging sapi yang terjadi satu hari menjelang Idul Fitri di wilayah Tembilahan.

Dalam keterangannya, Trio Beni menjelaskan bahwa kenaikan harga dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat yang tidak sebanding dengan ketersediaan stok di lapangan.
“Ini akibat banyaknya permintaan masyarakat, sementara stok daging dan ayam terbatas. Situasi ini kemudian dimanfaatkan oleh sebagian pedagang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan terkait kondisi tersebut. Tim dari dinas terkait telah diturunkan ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung.
“Tadi setelah salat Jumat saya dapat informasi, tim langsung saya suruh turun ke lokasi. Hasilnya, memang ayam di sejumlah pedagang sudah habis,” jelasnya.
Selain itu, Koperindag juga telah berkoordinasi dengan distributor guna membantu menstabilkan harga di pasaran. Ia mengaku telah menghubungi distributor ayam untuk mengingatkan agar tidak terjadi kenaikan harga yang berlebihan.
“Saya juga sudah menghubungi distributor ayam, meminta agar mengingatkan para pedagang supaya tidak menaikkan harga terlalu tinggi,” tambahnya.
Di sisi lain, Trio Beni yang baru menjabat sebagai Kepala Dinas Koperindag diketahui baru beberapa hari menjalankan tugasnya. Meski demikian, sejumlah langkah cepat telah dilakukan untuk merespons kondisi di lapangan.
Upaya yang dilakukan antara lain melalui rencana pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah, serta intensifikasi koordinasi dengan distributor guna memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat Indragiri Hilir.
Ia berharap kondisi harga dapat segera kembali stabil dalam waktu dekat, seiring dengan langkah-langkah pengendalian yang dilakukan pemerintah daerah.
“Mudah-mudahan menjelang sore kondisi sudah mulai aman,” tutupnya.
Pemerintah daerah melalui Koperindag juga mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga stabilitas harga dan tidak memanfaatkan situasi lonjakan permintaan secara berlebihan, demi menjaga daya beli masyarakat menjelang hari raya.